Berita

ilustrasi/ist

Ancaman Bencana Kekeringan di Cilacap Meluas

SENIN, 30 JULI 2012 | 13:16 WIB | LAPORAN:

. Bencana kekeringan di area pertanian yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Cilacap semakin meluas. Kini daerah dataran rendah dari permukaan laut (DPL) juga sudah kekurangan air.
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap (Dispertanak), Toendan Iriani, mengatakan ancaman kekeringan sudah melanda 24 kecamatan sluruh Cilacap. Dua pekan sebelumnya kekeringan dilaporkan baru terjadi pada wilayah-wilayah yang terhitung tinggi.
 
"Solusi tercepat adalah dengan irigasi tetes atau mesin sedot air. Tapi ini hanya bisa dilakukan di lahan pertanian yang dekat dengan aliran sungai," kata Toendan kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 30/7).
 

 
Skala jangka panjang, Dispertanak Cilacap merencanakan mebuat sumur pantek (bor) di  lahan yang jauh dari aliran sungai. Dengan demikian kebutuhan airnya tercukupi  dengan baik sepanjang tahun.
 
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki  Kecamatan Gandrungmangu, Imam Baekuni mengatakan ada puluhan hektar sawah yang puso, terutama di sekitar kawasan Ciputih. Pasalnya, lahan Ciputih ini jauh dari irigasi maupun aliran sungai.
 
"Di sana ada rawa, tapi beberapa tahun terakhir ini cepat sekali kering. Akhirnya petani tidak bisa mengandalkannya," jelasnya.
 
Dia berharap agar pemerintah segera merealisasikan sumur bor di wilayah yang jauh dari aliran sungai.
 
Imam mengakui tahun ini kemarau datang lebih cepat dari biasanya. Tahun sebelumnya, bulan Juni hujan masih stabil, baru pada bulan Juli hujan sudah menurun intensitasnya. Namun tahun ini hujan sudah berhenti pada bulan Juni lalu.
 
"Semenjak awal Juni hingga sekarang tidak ada hujan yang cukup untuk membasahi area sawah," ujarnya.
 
Tanaman padi yang puso ini oleh warga dimanfaatkan sebagai pakan sapi dan kerbau. Namun banyak juga yang dibiarkan mati mengering di sawah. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya