Berita

Tempe/ist

KRISIS KACANG KEDELAI

Perbankan Akan Danai Koperasi Untuk Impor Kedelai

JUMAT, 27 JULI 2012 | 19:26 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Krisis kedelai yang melanda Indonesia membuat Kementerian Koperasi  dan UKM (Kemenkop dan UKM) melakukan langkah melakukan impor kedelai. 

Dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yakni Bank Jatim dan Bank DKI sudah menyatakan kesiapannya  untuk mendanai impor kedelai oleh koperasi

Demikian disampaikan Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Brahman Setyo, di Jakarta, Jumat siang.


"Dalam waktu dekat akan ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara importir, Gakoptindo, dan perbankan soal kedelai," kata

Menurut Brahman, Kemenkop dan UKM siap  memfasilitasi pelaksanaan kesepakatan tersebut dan diharapkan dapat menyelesaikan kelangkaan bahan baku tahu dan tempe di Tanah Air.

Saat ini, kata Brahman, dua pihak baik importir maupun perbankan dalam hal ini Bank Jatim dan Bank DKI masih menunggu Gabungan Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo) yang dalam waktu 3-4 hari mengumpulkan konfirmasi dari koperasi-koperasi primer di dalamnya.

"Setelah 3 sampai 4 hari menunggu, persyaratan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), perbankan dan importir sepakat membantu perajin tahu tempe khususnya di daerah agar bisa memproduksi kembali," katanya.

Rencananya Gakoptindo dan perbankan (BPD) dalam pelaksanaannya akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga maksimal plafond kredit yang disediakan mencapai Rp2 miliar.

Perbankan berjanji akan mempermudah pemberian KUR bagi anggota Gakoptindo agar dapat memproduksi tahu-tempe kembali.

"Kita lihat dulu koperasi-koperasi primer anggota Gakoptindo, apakah bankable atau tidak, kemudahan ini yang diberikan perbankan," katanya.

Menurut Brahman, perlu dilakukan sejumlah tindakah cepat untuk mengantisipasi gejolak harga dan aksi demonstrasi yang berlangsung terkait harga kedelai.

"Kami sudah pertemuka tiga pihak itu dan sepakat secara nasional bahan baku kedelai masih mencukupi, tidak ada kelangkaan bahan baku, hanya karena tidak terkendalinya harga di Amerika yang mengikuti Chicago Spot Trading," katanya.

Importir sendiri menyatakan tidak ada masalah bekerja sama dengan Gakoptindo asalkan ada back-up dari perbankan. (dzk)


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya