Krisis kedelai yang melanda Indonesia membuat Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) melakukan langkah melakukan impor kedelai.
Dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yakni Bank Jatim dan Bank DKI sudah menyatakan kesiapannya untuk mendanai impor kedelai oleh koperasi
Demikian disampaikan Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Brahman Setyo, di Jakarta, Jumat siang.
"Dalam waktu dekat akan ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara importir, Gakoptindo, dan perbankan soal kedelai," kata
Menurut Brahman, Kemenkop dan UKM siap memfasilitasi pelaksanaan kesepakatan tersebut dan diharapkan dapat menyelesaikan kelangkaan bahan baku tahu dan tempe di Tanah Air.
Saat ini, kata Brahman, dua pihak baik importir maupun perbankan dalam hal ini Bank Jatim dan Bank DKI masih menunggu Gabungan Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo) yang dalam waktu 3-4 hari mengumpulkan konfirmasi dari koperasi-koperasi primer di dalamnya.
"Setelah 3 sampai 4 hari menunggu, persyaratan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), perbankan dan importir sepakat membantu perajin tahu tempe khususnya di daerah agar bisa memproduksi kembali," katanya.
Rencananya Gakoptindo dan perbankan (BPD) dalam pelaksanaannya akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga maksimal plafond kredit yang disediakan mencapai Rp2 miliar.
Perbankan berjanji akan mempermudah pemberian KUR bagi anggota Gakoptindo agar dapat memproduksi tahu-tempe kembali.
"Kita lihat dulu koperasi-koperasi primer anggota Gakoptindo, apakah bankable atau tidak, kemudahan ini yang diberikan perbankan," katanya.
Menurut Brahman, perlu dilakukan sejumlah tindakah cepat untuk mengantisipasi gejolak harga dan aksi demonstrasi yang berlangsung terkait harga kedelai.
"Kami sudah pertemuka tiga pihak itu dan sepakat secara nasional bahan baku kedelai masih mencukupi, tidak ada kelangkaan bahan baku, hanya karena tidak terkendalinya harga di Amerika yang mengikuti Chicago Spot Trading," katanya.
Importir sendiri menyatakan tidak ada masalah bekerja sama dengan Gakoptindo asalkan ada back-up dari perbankan. (dzk)