Berita

PT Pertamina (Persero)

Bisnis

Pertamina Ubah Anggaran Dasar

Garap Bisnis CBM Dan Gas Bumi
SABTU, 21 JULI 2012 | 08:00 WIB

Peluang Pertamina untuk menggarap bisnis gas metana batubara (coal bed methane/CBM) dan gas bumi semakin terbuka lebar karena perusa­haan itu sudah mengubah ang­garan dasarnya.

Menurut Direktur Pengemba­ngan Investasi dan Manajemen Ri­siko PT Pertamina (Persero) Afdal Bahaudin, Pertamina me­ngubah anggaran dasar dari pe­rusahaan minyak dan gas bu­mi menjadi perusahaan energi. Peru­bahan ini sudah men­da­patkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diselenggarakan Kamis (19/7).

“Energi itu kan bermacam-macam, ada gas bumi, CBM dan segala macam. Kalau cuma migas nanti susah,” kata Afdal Bahaudin di Jakarta, kemarin.

Pertamina melalui anak peru­sahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), fokus menggarap CBM. Begitu juga dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berupaya mendorong penggu­naan produksi CBM. Nantinya, PHE hanya menjual gas CBM di sumur (well head), setelah itu diambil alih oleh Pertagas.

PHE menangani 11 proyek gas CBM lapangan, di mana PHE bertindak sebagai operator di lima lapangan dan sebagai mitra di enam lapangan lainnya.

Perubahan anggaran dasar ini menyusul keinginan Pertamina menjadi perusahaan berkelas dunia. Pada 2008, BUMN mi­gas ini sudah mencanangkan Ren­cana Program Jangka Panjang (RPJP) Pertamina yang menetapkan sektor hulu sebagai fokus perusahaan.

Dalam RPJP itu, strategi Pertamina memproyeksikan bisa menjadi perusahaan energi sekelas Petronas pada 2018 dan menjelma menjadi perusahaan energi 15 besar dunia pada 2023.

Afdal menambahkan, selain mendapatkan persetujuan peru­bahan menjadi perusahaan energi, dalam anggaran dasar Pertamina juga disahkan untuk menghapus jabatan wakil direktur utama. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya