PT Askes (persero)
PT Askes (persero)
RMOL.Untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta efisiensi biaya pelayanan kesehatan bagi penÂdeÂrita penyakit kronis, pemerintah melalui PT Askes (persero) memÂbaÂngun pelayanan Rujuk Balik (RB) dan Sistem PenangguÂlaÂngan Gawat Darurat Terpadu SeÂhari-hari (SPGDTS) di Puskesmas.
Direktur Utama PT Askes I Gede Subawa mengatakan, pelaÂyanan ini sangat penting dilaÂkuÂkan untuk membantu para penÂderita penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, asma dan tuberculosis mendapatkan pelaÂyanan kesehatan dengan cepat dan efisien.
“Program ini ditujukan bagi peÂserta Askes untuk penyakit diaÂbetes melitus, hipertensi, asma, dan tuberkulosis, bagi penÂderita yang sudah stabil naÂmun masih membutuhkan peÂngoÂbatan mauÂpun asuhan keÂperawatan dalam jangka panÂjang,†kata Gede daÂlam acara peÂluncuran program rujuk balik (RB) dan SPGDTS di Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/7).
Menurut data Askes tahun 2011, penderita diabetes tipe dua sebanyak 250.000 peserta seÂdangÂkan hipertensi sebanyak 50.000 peserta. “Nah diharapkan dengan pelaÂyanan baru ini, penÂderita penyakit kronis tidak harus datang ke ruÂmah sakit hanya unÂtuk meÂnebus obat lagi, tapi bisa ke puskesmas dan dokÂter umum,†jelas Gede.
Menurutnya, lewat layanan baru ini, pasien yang sudah diÂobati oleh dokter spesialis dan konÂdisinya sudah stabil, bisa di-treatment di tingkat pelayanan primer di dokter keluarga atau puskesmas. “Selama ini dokter umum yang menerima rujuk baÂlik tetap men-treatment pasienÂnya yang menÂderita penyakit kronis seÂperti diabetes melitus dan hiperÂtensi,†katanya.
Oleh dokter umum selanjutnya pasien akan dimonitor kondisinya dan dokter mempunyai catatan medik. Dengan layanan tersebut, kondisi dan perkembangan paÂsien benar-benar dipantau sampai sembuh atau tetap sehat agar kuaÂlitas hidupnya tetap baik.
“Nantinya dokter keluarga dan dokter Puskesmas dapat menulis resep obat berdasarkan rujuk baÂlik dokter spesialis,†paparnya.
Askes juga telah membuat ProÂgram Pengelolaan Penyakit DiaÂbetes Melitus (PPDM) dan PeÂngeÂlolaan Penyakit Hipertensi (PPHT) yang akan ditempatkan paÂda laÂyanan dokter keluarga, dan PusÂkesmas di seluruh InÂdonesia.
“Sebanyak 885 dokter keluarga telah mengikuti pelatihan. Tahun ini, sekitar 1.700 dokter akan meÂngikuti latihan. Targetnya ada sekitar 2.500 dokter terlatih yang sudah memiliki kompetensi yang siap bekerja,†ungkap I Gede.
Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti berharap, laÂyanan baru ini dapat menekan angka keÂmatian bagi penderita penyakit kronis. KeberÂhasilan ini juga harus didukung oleh persiapan infraÂstruktur yang baik, mulai tenaga medis yang handal dan peralatan kesehatan lainnya.
“Yang terpenting program ini harus dibarengi dengan koorÂdiÂnasi yang baik dan kesiap-siagaan semua komponen karena 80 perÂsen keberhasilan tenaga keÂseÂhatan dibantu oleh komitmen teÂnaga kesehatan,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40