Berita

ilustrasi/ist

Tidak Benar Bila Rakornas GMNI Menolak Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan!

JUMAT, 20 JULI 2012 | 07:39 WIB | LAPORAN:

. Hasil Rapat Kordinasi Nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sama sekali tidak menolak empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana sering disosialisikan oleh MPR. Empat pilar yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Karena itu, Ketua Presidium GMNI, Twedy Noviady, menyayangkan pemberitaan  yang menyebutkan bahwa Rakornas GMNI menolak empat pilar, dan berakhir dengan ricuh. Tweddy menilai kabar tersebut sangat berlebihan dan jelas berdasar pada kabar bohong.

Twedy mengakui bila dalam Rakornas GMNI terjadi keributan antara panitia daerah dengan Ketua DPC GMNI Cianjur, Billy. Namun kericuhan terjadi di luar, dan bukan pada saat persidangan. Masalah ini pun sudah diselesaikan, serta kedua belah pihak sudah sepakat berdamai.


Sementara itu, saat dimintai keterangan (Sabtu, 20/7), Ketua DPC GMNI Cirebon yang juga Sekretaris Komisi Politik, Ibnu Abdillah, sangat menyayangkan pernyataan Ketua DPC GMNI Bandung, Ilham Wiratmaja. Ilham terkesan menyebarkan kebohongan publik. Sebab, selain bukan menjadi perserta Komisi Politik, Ilham juga tidak menyampaiak hal yang tidak sesuai dengan sebenarnya, dan menyebut GMNI menolak empat pilar.

"Di Komisi Politik tidak ada hasil menolak empat pilar. Yang menjadi persoalannya adalah ketika hasil kesepakatan itu dipelintir, kemudian kawan-kawan di komisi politik protes ke ketua komisi politik," ungkap Ibnu, sambil mengatakan bahwa pada akhirnya peserta sidang Komisi Politik dikumpulkan lagi dan sepakat tidak menolak empat pilar sesuai keputusan sidang Komisi Politik.

Hal senada disampaikan Ketua Sidang pleno, Adrianus Nompi Dura, yang menegaskan bahwa Rakornas GMNI sama sekali tidak menolak sosialisasi empat pilar kebangsaan. Terkait dengan keributan, Ketua GMNI Lubuk Linggau, Febri, menegaskan bahwa itu tidak terjadi di ruang persidangan dan bukan kerusuhan antara DPC sebagaimana diberitakan.

"Kami aktivis GMNI yang mengerti etika perjuangan. Yang benar adalah Bung Billy provokasi di luar tempat persidangan dan panitia daerah khawatir itu bisa menimbulkan kerusuhan. Bagaimana mungkin ricuh di persidangan, sementara Bung Billy sendiri bukan anggota Komisi Politik," demikian Febri. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya