Bank ManÂdiri
Bank ManÂdiri
RMOL.Perbankan mengaku tak cemas dengan prediksi Bank Sentral yang mengkhawatirkan kredit macet (non perÂforming loan/NPL) akan mengalami kenikan tahun ini.
Direktur Utama Bank ManÂdiri Zulkifli Zaini menegaskan, pihaknya telah merevisi target pertumbuhan kredit 2012 dari 20 hingga 22 persen menjadi 22 hingga 24 persen.
“Kami akan terus upaya di atas target tersebut,†katanya keÂpada Rakyat Merdeka, kemarin.
Zulkifli pun pede, kredit Bank ManÂdiri semester I-2012 akan terus tumbuh di atas pasar.
“Ini menunjukkan kehati-haÂtian kami dari pelaku bisnis perÂbankan. ProÂfitabilitas kami juga semakin baik, cost of funds dapat terus diÂperbaiki karena rasio daÂna murah yang meningkat di atas 60 perÂsen,†tegasnya.
Ekonom BNI Ryan Kiryanto menamÂbahÂkan, urusan NPL menÂjadi tangÂgung jawab BI dan perÂÂbanÂkan. Untuk itulah, BI dan perÂbankan haÂrus memonitor sektor-sektor ekoÂnoÂmi yang meÂnyumÂbang NPL tinggi.
“Bahkan jika perlu diambil langÂkah antisipasi, yaitu meÂnguÂrangi kredit di sektor-sektor yang NPL-nya tinggi. Untuk sektor yang NPL-nya rendah, BI dan perÂbanÂkan bisa memacu kredit,†kata Ryan via SMS kepada Rakyat Merdeka.
Pengamat ekonomi Indef AhÂmad Erani YusÂtiÂka meÂnamÂbahÂkan, kekhawatiran BI terhadap meningkatnya kredit macet akan berbanding lurus dengan tingkat kredit perbankan. Hal ini dikaÂrenakan BI memiliki track reÂcord tentang data-data kredit macet perbankan yang selalu meÂÂningkat setiap tahunnya. Alhasil, sejak dini BI sudah memÂperiÂngatkan perbanÂkan unÂtuk meÂngonÂtrol tingkat kenaikan NPL.
“Peringatan BI itu perlu diÂperÂhatikan semua perbankan di teÂngah kondisi perekonomian InÂdoÂnesia yang bergerak lambat akiÂbat ketidak jelasan ekonomi EroÂpa. Meskipun sejauh ini beÂlum ada aktivitas perbankan yang mengÂÂkhawatirkan untuk ditinÂdak peÂmeÂrintah,†ujar EraÂni kepada RakÂyat Merdeka, keÂmaÂrin.
Sebelumnya, Bank Sentral memprediksi tingkat kredit macet perbankan mengalami kenaikan tipis. Hal ini seiring dengan naikÂÂnya tingkat kredit perbankan.
Karena itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah meÂminta perbankan mengontrol tingkat NPL ini. Menurutnya, keÂnaiÂkan kredit jangan sampai memÂbuÂat kualiÂtas kredit menÂjadi kendor.
Untuk diketahui, total penyaÂluran kredit bank umum pada Mei 2012 tercatat mencapai Rp 2.403 triliun. Angka itu tumbuh (month to month) 2,95 persen dari April yakni Rp 2.334 triliun. DibanÂdingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp 1.898 triÂliun, (year to year) pertumbuhan kredit terÂsebut mencapai 25,6 persen. Ini sesuai dengan target yang dipatok BI untuk perÂtumÂbuhan secara tahunan.
Wajar penyaluran kredit terÂseÂbut melonjak. Hal itu juga diiringi oleh kenaikan jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil diÂjaring bank. Mei, outstanding simÂÂÂpanan yang masuk ke bank mencapai Rp 2.908 triliun. Dana tersebut naik 2,35 persen dari saÂtu bulan sebelumnya dan tumÂbuh 21,3 persen dari tahun lalu.
Seiring meningkatnya tingkat kredit perbankan nasional, terÂnyaÂta tingkat kredit macet alias NPL perÂbankan pun mengalami kenaikan.
Mengutip Statistik Perbankan Indonesia (SPI), pada lima bulan tahun ini angka kredit macet mencapai Rp 53,66 triliun. Naik tipis dari sebulan sebeÂlumÂnya, yakni Rp 53,11 triliun.
“Pertumbuhan kredit sangat cepat, wajar NPL tercatat naik,†kata Halim.
Oleh karena itu, otoritas perÂbankan meminta bank agar dapat mengontrol laju NPL yang mulai merangkak naik. Namun, hal itu tanpa diiringi perlambatan peÂnyaÂluran kredit. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40