Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Tender Pupuk Rp 81 M Masuk KPK

SELASA, 17 JULI 2012 | 08:16 WIB

RMOL.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri kasus pengadaan dekomposer cair dan pupuk sehati senilai Rp 81 miliar di Kementerian Pertanian (Ke­mentan).”Kami terus ditelu­suri (tender pupuk). Tentunya jika ada indikasi yang bermasalah di ka­sus itu (pupuk) KPK akan mene­lusurinya juga,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (14/7).

Namun, Johan belum bisa mengatakan, sejauhmana kasus itu merugikan negara. “Kami akan melakukan koordinasi de­ngan kementerian pertanian ter­kait dugaan kasus pupuk ini. Diharapkan semua pihak bisa ikut membantu memberantas kasus korupsi di semua departemen,” tegas dia.

Sementara Ketua DPP Himpu­nan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Martin Hutabarat me­minta KPK turun tangan untuk mengusut adanya dugaan pe­nyim­pangan tersebut. Diakui, ko­rupsi pengadaan pupuk bagi petani sangat memukul dan me­lukai hati rakyat. Jika memang pro­duk pupuk cair yang disedia­kan itu tidak penuhi standar, tidak mustahil lahan para petani serta tanamanya akan rusak. Hal terse­but akan membuat gagal panen.

Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Suprapti sebelumnya menyatakan, proyek dekomposer dan pupuk hayati cair, bisa dibatalkan jika dalam pengecekan, pemenang tender terbukti bermasaalah.

Pihaknya menilai, klarifikasi pe­menang lelang pupuk itu harus dilakukan untuk menjaga agar kon­trak proyek agar bersih dari prak­­tik curang. Karena itu, dia men­­dukung pengusutan kasus ini. Dia menyebut, nilai proyek de­­kom­poser cair dan pupuk ha­yati itu men­cap­­ai Rp 81 miliar.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya