Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
RMOL.Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyataÂkan aset berupa tanah dan baÂngunan dari seluruh perusaÂhaan pelat merah dan tersebar di seluruh tanah air jumlahnya mencapai Rp 121 triliun.
“Total aset BUMN saat ini mencapai Rp 2.950 triliun dan sekitar Rp 690 triliun adalah total aktiva tetap. Dari Rp 690 triliun itu, Rp 121 triliun di antaranya aset berupa tanah dan bangunan,†kata Wakil Menteri BUMN MahÂmudin Yasin dalam Seminar Aset BUMN 2012 di Jakarta, kemarin.
Dia berpendapat, aset BUMN Rp 2.950 itu mempresentasikan total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. “Presentasenya sebesar 40 persen,†imbuhnya.
Presentasi itu, lanjut dia, dilaÂtarbelakangi tujuan didirikanÂnya BUMN, yakni berkontribusi terÂhadap peningkatan perekonoÂmian nasional. Itu artinya, BUMN harus bisa meraup keunÂtungan agar bisa berperan dalam pertumbuhan perekonomian InÂdonesia selain memainkan fungÂsi sosialnya.
Oleh sebab itu, ia berkeÂyakiÂnan, seiring dengan pertumbuhan atau meningkatnya aset yang diÂmiliki BUMN, maka performa masing-masing BUMN diharapÂkan meÂningkat dari waktu ke waktu.
Dengan demikian, peluang BUMN meningkatkan jumlah asetÂnya kian terbuka. Saat ini, ada 18 BUMN yang go public. Namun, kalau BUMN lainnya dapat go public dan direvaluasi asetnya, maka aset BUMN bisa mencapai Rp 6.000 triliun,†papar Yasin.
Untuk itu, dia mengimbau keÂpada BUMN untuk melakukan pemutakhiran data pada portal aset melalui keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) maupun melalui shareholders aspiration letter.
Untuk lebih optimalnya portal aset tersebut, ia mengatakan, akan dilakukan kegiatan intensiÂfikasi pengisian data melalui penÂdamÂpingan pengisian di masing-maÂsing BUMN dan memÂbeÂrakukan reward and punishment. Usaha ini diharapÂkan mampu menyeleÂsaikan perÂmasalahan terÂsedianya database yang andal dan terperÂcaya.
Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis KemenÂterian BUMN Pandu Djajanto menambahkan, upaya pemetaan ini sebenarnya telah dilakukan di Pulau Sumatera sejak 2011, yang merupakan pemetaan tahap I.
“Jumlah aset BUMN di SuÂmatera Utara sebanyak 2.470 dan Aceh memiliki 3.350,†ungkap Pandu.
Sedangkan pemetaan aset tahap II akan dilakukan 2013 dengan wilayah Jawa-Bali, serta pemetaan III dilakukan pada 2014 dengan wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40