Berita

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Bisnis

Wow, Aset BUMN Capai Rp 6.000 Triliun

SELASA, 17 JULI 2012 | 08:01 WIB

RMOL.Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyata­kan aset berupa tanah dan ba­ngunan dari seluruh perusa­haan pelat merah dan tersebar di seluruh tanah air jumlahnya mencapai Rp 121 triliun.

“Total aset BUMN saat ini mencapai Rp 2.950 triliun dan sekitar Rp 690 triliun adalah total aktiva tetap. Dari Rp 690 triliun itu, Rp 121 triliun di antaranya aset berupa tanah dan bangunan,” kata Wakil Menteri BUMN Mah­mudin Yasin dalam Seminar Aset BUMN 2012 di Jakarta, kemarin.

Dia berpendapat, aset BUMN Rp 2.950 itu mempresentasikan total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. “Presentasenya sebesar 40 persen,” imbuhnya.

Presentasi itu, lanjut dia, dila­tarbelakangi tujuan didirikan­nya BUMN, yakni berkontribusi ter­hadap peningkatan perekono­mian nasional. Itu artinya, BUMN harus bisa meraup keun­tungan agar bisa berperan dalam pertumbuhan perekonomian In­donesia selain memainkan fung­si sosialnya.

Oleh sebab itu, ia berke­yaki­nan, seiring dengan pertumbuhan atau meningkatnya aset yang di­miliki BUMN, maka performa masing-masing BUMN diharap­kan me­ningkat dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, peluang BUMN meningkatkan jumlah aset­nya kian terbuka. Saat ini, ada 18 BUMN yang go public. Namun, kalau BUMN lainnya dapat go public dan direvaluasi asetnya, maka aset BUMN bisa mencapai Rp 6.000 triliun,” papar Yasin.

Untuk itu, dia mengimbau ke­pada BUMN untuk melakukan pemutakhiran data pada portal aset melalui keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) maupun melalui shareholders aspiration letter.

Untuk lebih optimalnya portal aset tersebut, ia mengatakan, akan dilakukan kegiatan intensi­fikasi pengisian data melalui pen­dam­pingan pengisian di masing-ma­sing BUMN dan mem­be­rakukan reward and punishment. Usaha ini diharap­kan mampu menyele­saikan per­masalahan ter­sedianya database yang andal dan terper­caya.

Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kemen­terian BUMN Pandu Djajanto menambahkan, upaya pemetaan ini sebenarnya telah dilakukan di Pulau Sumatera sejak 2011, yang merupakan pemetaan tahap I.

“Jumlah aset BUMN di Su­matera Utara sebanyak 2.470 dan Aceh memiliki 3.350,” ungkap Pandu.

Sedangkan pemetaan aset tahap II akan dilakukan 2013 dengan wilayah Jawa-Bali, serta pemetaan III dilakukan pada 2014 dengan wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya