ilustrasi, pembangunan jalan
ilustrasi, pembangunan jalan
RMOL.Pemerintah melalui KemenÂterian Perindustrian (KemenpeÂrin) melontarkan ide pembentuÂkan lembaga pembiayaan berupa perÂbankan untuk memÂÂbiayai seluruh kebutuhan industri dengan dana awal sediÂkitnya Rp 100 triliun.
Direktur JenÂÂderal (Dirjen) Basis Industri ManuÂfaktur KeÂmenÂperin Panggah Susanto mengaÂtakan, lembaga pemÂbiaÂyaan merupakan gagasan untuk membentuk bank yang khuÂsus melayani sektor inÂdustri dan inÂfrastruktur. “Seperti Bank PemÂbangunan Indonesia (BaÂpindo) dulu lah,†ujar Panggah di Jakarta, kemarin.
Bank umum yang selama ini ada, menurutnya, masih berkutat pada kredit konsumsi dan modal kerja dengan termin dan suku buÂnga yang kurang kompetitif. Jadi lembaga pembiayaan benÂtukan Kemenperin itu dikhususÂkan unÂtuk infrastruktur dan industri.
Panggah menjelaskan, sektor industri dan infrastruktur sangat lain dengan sektor lain seperti proÂperti dan sebagainya. “UmumÂÂnya, sektor industri dan infrastruktur memerlukan pembiayaan dalam jangka panjang,†jelasnya.
Dalam rapat tertutup di KeÂmenÂÂÂperin, terms of reference iniÂsiasi tersebut dipaparkan telah sesuai dengan roadmap pembaÂngunan jangka panjang nasional dan akselerasi percepatan pemÂbangunan yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan PerÂluaÂsan Pembanguan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Rencana pembentukan lemÂbaga pembiayaan yang telah diÂpilih dalam bentuk usaha perÂbankan tersebut juga tertuang daÂlam pasal 21 ayat 2 dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Perindustrian. Draf RUU Perindustrian itu dirancang seÂbaÂgai perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1984 yang dianggap sudah tidak sesuai.
Secara makro, industri pada 2014 diprediksi akan tumbuh seÂbesar 9 persen dan pada 2025 tumbuh sekitar 10 persen. Jadi perlu pembiayaan yang meÂnyerÂtai pertumbuhan itu. Bank terseÂbut mempunyai kebutuhan himÂpunan dana awal sekitar Rp 100 triliun, yang diskemakan dipeÂroleh dari obligasi, akan diguÂnakan sebagai syarat awal untuk melakuÂkan pemÂbiayaan.
Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur InÂdusÂtri Achdiat Atmawinata berÂpenÂdapat, salah satu upaya peÂmeÂÂrinÂtah untuk menguatkan strukÂtur industri domestik adalah deÂngan menyediakan sistem pemÂbiayaan untuk investasi dan moÂdal kerja dengan bunga muÂrah.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi PengÂusaha IndoÂnesia (Apindo) Sofjan Wanandi beranggapan, pembenÂtukan lemÂbaga pembiayaan, misalÂnya berÂbentuk bank, hanya akan buang-buang waktu dan tidak akan terlalu berpengaruh secara sigÂnifikan terhadap pembentukan pertumÂbuhan sektor industri. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40