Berita

ilustrasi, usaha kecil dan menengah

Bisnis

Wapres Minta Koperasi Jangan Cuma Fokus Ke UKM

JUMAT, 13 JULI 2012 | 08:20 WIB

RMOL.Program koperasi perlu me­nye­­suaikan dengan perkemba­ngan ekonomi global. Sektor usaha ini mesti dipermak dan ja­ngan hanya fokus di usaha kecil dan menengah (UKM) saja. Pa­rameter keber­hasi­lan ko­perasi mesti jelas dan bukan mani­pulatif.

Wakil Presiden Boediono me­nilai, perlu diadakan peninjauan ulang yang mendasar terhadap beberapa program koperasi yang selama ini dilaksanakan dan mem­­berikan prioritas tidak ha­nya pada aspek kuantitatif, tetapi juga pada aspek kualitatif.

“Tinjau ulang juga perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan oleh koperasi,” pinta Boe­diono dalam acara Peringatan Hari Ko­perasi Nasional ke-65 di Palang­­­karaya, ke­marin.

Hadir dalam acara itu Ibu Hera­wati Boediono, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Men­kop UKM) Sya­ri­fuddin Hasan, Menteri Ke­uang­an Agus Marto­wardojo, serta Gubernur Kali­mantan Te­ngah Teras Narang.

Bekas Gubernur BI ini menye­butkan, di tataran internasional, koperasi telah diakui sebagai orga­­­nisasi yang terbukti mampu men­dukung pertumbuhan eko­nomi, membuka lapangan kerja, mem­perkuat integrasi sosial, dan me­ningkatkan ketahanan terha­dap krisis ekonomi.

Syar­i­fuddin Hasan men­jelas­kan, per­tumbuhan kope­rasi dari tahun me­ningkat signifi­kan. Pada  2010 ter­catat 177.482 unit ko­pe­rasi, 188.181 unit (2011), 192.443 unit (2012).  “Kami yakin akhir 2012 jumlah ko­perasi akan tem­bus 200 ribu unit,” tegas politisi Demo­krat ini. Ka­rena itu, di se­tiap pro­vinsi nanti mi­nimal ada tiga unit koperasi skala nasio­nal, sehingga diharap­kan 300 menja­di koperasi ber­skala nasio­nal.  

“Kemen­kop me­nempat­kan lima ko­perasi skala internasional, yang akan mendapat pengakuan Inter­national Co­o­perative Al­lian­ce (ICA) Oktober men­da­tang,” ujar Syarif.

Kelima ko­perasi ter­sebut an­tara lain Koperasi Kospin Jasa Pe­ka­longan dengan total aset Rp 2,5 tri­liun, Koperasi Warga Se­men Gre­sik Rp 529,997 miliar, Ko­pe­rasi Pe­ternak Susu Bandung Utara dengan aset Rp 233,775 miliar, Koperasi Simpan Pinjam Obor Mas beraset Rp 200,828 miliar, Induk Koperasi Simpan Pinjam Rp 33,76 miliar.

Dalam kesempatan itu, Deputi  Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemen­terian Koperasi dan UKM Pra­koso Budi Susetio meluncur­kan lambang baru koperasi ber­bentuk bunga berkuncup empat.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya