ilustrasi, usaha kecil dan menengah
ilustrasi, usaha kecil dan menengah
RMOL.Program koperasi perlu meÂnyeÂÂsuaikan dengan perkembaÂngan ekonomi global. Sektor usaha ini mesti dipermak dan jaÂngan hanya fokus di usaha kecil dan menengah (UKM) saja. PaÂrameter keberÂhasiÂlan koÂperasi mesti jelas dan bukan maniÂpulatif.
Wakil Presiden Boediono meÂnilai, perlu diadakan peninjauan ulang yang mendasar terhadap beberapa program koperasi yang selama ini dilaksanakan dan memÂÂberikan prioritas tidak haÂnya pada aspek kuantitatif, tetapi juga pada aspek kualitatif.
“Tinjau ulang juga perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan oleh koperasi,†pinta BoeÂdiono dalam acara Peringatan Hari KoÂperasi Nasional ke-65 di PalangÂÂÂkaraya, keÂmarin.
Hadir dalam acara itu Ibu HeraÂwati Boediono, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenÂkop UKM) SyaÂriÂfuddin Hasan, Menteri KeÂuangÂan Agus MartoÂwardojo, serta Gubernur KaliÂmantan TeÂngah Teras Narang.
Bekas Gubernur BI ini menyeÂbutkan, di tataran internasional, koperasi telah diakui sebagai orgaÂÂÂnisasi yang terbukti mampu menÂdukung pertumbuhan ekoÂnomi, membuka lapangan kerja, memÂperkuat integrasi sosial, dan meÂningkatkan ketahanan terhaÂdap krisis ekonomi.
SyarÂiÂfuddin Hasan menÂjelasÂkan, perÂtumbuhan kopeÂrasi dari tahun meÂningkat signifiÂkan. Pada 2010 terÂcatat 177.482 unit koÂpeÂrasi, 188.181 unit (2011), 192.443 unit (2012). “Kami yakin akhir 2012 jumlah koÂperasi akan temÂbus 200 ribu unit,†tegas politisi DemoÂkrat ini. KaÂrena itu, di seÂtiap proÂvinsi nanti miÂnimal ada tiga unit koperasi skala nasioÂnal, sehingga diharapÂkan 300 menjaÂdi koperasi berÂskala nasioÂnal.
“KemenÂkop meÂnempatÂkan lima koÂperasi skala internasional, yang akan mendapat pengakuan InterÂnational CoÂoÂperative AlÂlianÂce (ICA) Oktober menÂdaÂtang,†ujar Syarif.
Kelima koÂperasi terÂsebut anÂtara lain Koperasi Kospin Jasa PeÂkaÂlongan dengan total aset Rp 2,5 triÂliun, Koperasi Warga SeÂmen GreÂsik Rp 529,997 miliar, KoÂpeÂrasi PeÂternak Susu Bandung Utara dengan aset Rp 233,775 miliar, Koperasi Simpan Pinjam Obor Mas beraset Rp 200,828 miliar, Induk Koperasi Simpan Pinjam Rp 33,76 miliar.
Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) KemenÂterian Koperasi dan UKM PraÂkoso Budi Susetio meluncurÂkan lambang baru koperasi berÂbentuk bunga berkuncup empat. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40