Berita

ilustrasi, Kereta Api

Bisnis

Kereta Rombongan Menhub Bikin Marah Penumpang

Kurang Koordinasi, KAI Jual Lagi Tiket Gerbong Pesanan Menteri
JUMAT, 13 JULI 2012 | 08:06 WIB

RMOL.Ada yang tak biasa di Stasiun Kereta Api (KA) Gambir, Jakarta Pusat, kemarin. Kereta Api Cirebon Express yang seharusnya berangkat pukul 06.00 WIB mengalami keterlambatan. Pasalnya, ada rombongan Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan dalam kereta tersebut.

Sontak, ratusan penumpang dengan tujuan Cirebon yang su­dah menunggu dari pagi naik pi­tam. Pasalnya, kereta yang me­reka tumpangi tidak jalan-jalan. Pe­numpang yang sudah me­nung­gu lebih dari 40 menit itu pun langung mencari petugas mem­pertanyakan keterlambatan itu.

“Katanya siap melayani, tapi ini apa, terlambat. Penumpang dibiarkan menunggu tanpa ada kejelasan. Bukan kami yang me­layani. Kami juga bayar naik ke­reta ini,” protes Batas Panjaitan dengan nada kesal ke petugas yang ada didekatnya.

Batas mengaku sangat kecewa de­ngan penundaan ini. Padahal, pi­haknya sudah buru-buru da­tang ke stasiun dan ambil perja­lanan pagi agar bisa cepat berang­kat, ta­pi kenyataan sebaliknya.

Selidik punya selidik, ternyata keterlambatan pemberangkatan itu disebabkan belum masuknya rombongan Menteri Perhu­bu­ngan (Menhub) EE Mangindaan yang akan melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bambang Ira­­wan membantah rombongan Men­hub terlambat datang. Kata dia, yang terjadi adalah misco­mmunication antara pihak Ke­menterian Perhubungan (Kemen­hub) dengan KAI.

“Pak Menteri tidak terlambat. Dia sudah datang dari pukul 05.30 WIB. Jadi, kalau ada info keterlambatan karena menunggu pak menteri itu tidak benar,” ban­tah Bambang.

Bambang menjelaskan, seha­rus­nya rombongan menteri me­ng­gunakan satu gerbong khu­sus. Namun, pihaknya sudah telanjur menjual semua tiket itu kepada masyarakat. Ternyata,  pihak ke­re­ta api tidak melakukan cek re­servasinya. Jadi, yang harusnya untuk menteri dijual juga.

Akhirnya, setelah menunggu hampir satu jam kereta pun jalan tanpa adanya penambahan ger­bong untuk menteri. “Semula mau kita tambah, tapi tidak jadi. Karena delay-nya bisa sampai jam 8 nanti,” ungkapnya

Bambang juga menegaskan, akan memberikan peringatan dan mengevaluasi petugas KAI ter­kait keterlambatan dan sem­rautnya perjalanan kereta api Ex­press Cirebon itu.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan kecewa dengan KAI. Se­bab, kementeriannya sudah me­mesan satu gerbong untuk per­jalanan Menteri Perhubungan.

“Kita sudah reservasi satu ger­bong, tapi pihak KAI salah pe­ngertian dan menjual tiket yang sudah dipesan itu ke rombongan lain,” katanya.

Dia juga membantah keter­lam­batan itu disebabkan rombo­ngan menteri yang datang ter­lambat. Pasalnya, menteri sudah datang ke stasiun sejak pukul 05.30 WIB. Akibat kejadian ini,  men­teri akhirnya duduk di sisa kursi penumpang yang ada dan mem­batalkan penambahan ger­bong karena akan memakan waktu la­ma.

“Jadi ada rombongan yang ti­dak datang orangnya, tiketnya dibeli lagi untuk rombongan pak menteri dan ada sembilan tiket. Pak menteri terserah mau duduk di mana saja,” tandasnya.

Ketua Forum Perkeretaapian Ma­syarakat Transportasi Indone­sia (MTI) Djoko Setijowarno me­nyayangkan insiden keter­lam­batan Kereta Api Cirebon Ex­press. Menurut dia, seharusnya pejabat yang akan melakukan perjalanan menggunakan ger­bong khusus tidak mengganggu penumpang lain.

“Mereka bisa gunakan kereta api wisata. Namun, jika pejabat itu ingin merasakan kondisi ke­reta api tidak apa-apa, tapi ja­ngan mengganggu yang lain,” kata Djoko.

Dia pun menyayangkan keja­dian itu disebabkan kurangnya koor­dinasi antara Kemenhub de­ngan KAI. Diharapkan, ke de­pan­nya masalah ini tidak ada lagi. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya