ilustrasi, Kereta Api
ilustrasi, Kereta Api
RMOL.Ada yang tak biasa di Stasiun Kereta Api (KA) Gambir, Jakarta Pusat, kemarin. Kereta Api Cirebon Express yang seharusnya berangkat pukul 06.00 WIB mengalami keterlambatan. Pasalnya, ada rombongan Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan dalam kereta tersebut.
Sontak, ratusan penumpang dengan tujuan Cirebon yang suÂdah menunggu dari pagi naik piÂtam. Pasalnya, kereta yang meÂreka tumpangi tidak jalan-jalan. PeÂnumpang yang sudah meÂnungÂgu lebih dari 40 menit itu pun langung mencari petugas memÂpertanyakan keterlambatan itu.
“Katanya siap melayani, tapi ini apa, terlambat. Penumpang dibiarkan menunggu tanpa ada kejelasan. Bukan kami yang meÂlayani. Kami juga bayar naik keÂreta ini,†protes Batas Panjaitan dengan nada kesal ke petugas yang ada didekatnya.
Batas mengaku sangat kecewa deÂngan penundaan ini. Padahal, piÂhaknya sudah buru-buru daÂtang ke stasiun dan ambil perjaÂlanan pagi agar bisa cepat berangÂkat, taÂpi kenyataan sebaliknya.
Selidik punya selidik, ternyata keterlambatan pemberangkatan itu disebabkan belum masuknya rombongan Menteri PerhuÂbuÂngan (Menhub) EE Mangindaan yang akan melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah.
Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bambang IraÂÂwan membantah rombongan MenÂhub terlambat datang. Kata dia, yang terjadi adalah miscoÂmmunication antara pihak KeÂmenterian Perhubungan (KemenÂhub) dengan KAI.
“Pak Menteri tidak terlambat. Dia sudah datang dari pukul 05.30 WIB. Jadi, kalau ada info keterlambatan karena menunggu pak menteri itu tidak benar,†banÂtah Bambang.
Bambang menjelaskan, sehaÂrusÂnya rombongan menteri meÂngÂgunakan satu gerbong khuÂsus. Namun, pihaknya sudah telanjur menjual semua tiket itu kepada masyarakat. Ternyata, pihak keÂreÂta api tidak melakukan cek reÂservasinya. Jadi, yang harusnya untuk menteri dijual juga.
Akhirnya, setelah menunggu hampir satu jam kereta pun jalan tanpa adanya penambahan gerÂbong untuk menteri. “Semula mau kita tambah, tapi tidak jadi. Karena delay-nya bisa sampai jam 8 nanti,†ungkapnya
Bambang juga menegaskan, akan memberikan peringatan dan mengevaluasi petugas KAI terÂkait keterlambatan dan semÂrautnya perjalanan kereta api ExÂpress Cirebon itu.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan kecewa dengan KAI. SeÂbab, kementeriannya sudah meÂmesan satu gerbong untuk perÂjalanan Menteri Perhubungan.
“Kita sudah reservasi satu gerÂbong, tapi pihak KAI salah peÂngertian dan menjual tiket yang sudah dipesan itu ke rombongan lain,†katanya.
Dia juga membantah keterÂlamÂbatan itu disebabkan romboÂngan menteri yang datang terÂlambat. Pasalnya, menteri sudah datang ke stasiun sejak pukul 05.30 WIB. Akibat kejadian ini, menÂteri akhirnya duduk di sisa kursi penumpang yang ada dan memÂbatalkan penambahan gerÂbong karena akan memakan waktu laÂma.
“Jadi ada rombongan yang tiÂdak datang orangnya, tiketnya dibeli lagi untuk rombongan pak menteri dan ada sembilan tiket. Pak menteri terserah mau duduk di mana saja,†tandasnya.
Ketua Forum Perkeretaapian MaÂsyarakat Transportasi IndoneÂsia (MTI) Djoko Setijowarno meÂnyayangkan insiden keterÂlamÂbatan Kereta Api Cirebon ExÂpress. Menurut dia, seharusnya pejabat yang akan melakukan perjalanan menggunakan gerÂbong khusus tidak mengganggu penumpang lain.
“Mereka bisa gunakan kereta api wisata. Namun, jika pejabat itu ingin merasakan kondisi keÂreta api tidak apa-apa, tapi jaÂngan mengganggu yang lain,†kata Djoko.
Dia pun menyayangkan kejaÂdian itu disebabkan kurangnya koorÂdinasi antara Kemenhub deÂngan KAI. Diharapkan, ke deÂpanÂnya masalah ini tidak ada lagi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40