Agus MarÂtoÂÂwardojo
Agus MarÂtoÂÂwardojo
RMOL. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membayar kekuÂraÂngan dana bagi hasil (DBH) perÂtambangan minyak dan gas (migas) 2011 seÂbesar Rp 3,8 triliun. “Ini untuk 19 provinsi dan 319 kabupaten/kota,†ujar MenÂteri Keuangan Agus MarÂtoÂÂwardojo di Jakarta, kemarin.
Selain itu, kata Agus, peÂmeÂrintah juga mengaloÂkaÂsikan anggaran sebesar Rp 24,5 miÂliar untuk membayar kekuÂraÂngan DBH pertambaÂngan paÂÂnas bumi tahun angÂgarÂan 2010. Anggaran itu unÂtuk diÂbayarkan ke satu proÂvinsi dan 26 kabuÂpaten/kota di provinsi Jawa Barat.
Penyaluran alokasi kurang bayar DBH pertambangan migas tahun anggaran 2011dan panas bumi tahun anggaran 2010 tersebut dilaksanakan seÂkaligus dalam tahun anggaÂran 2012 sesuai dengan ketenÂtuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang AngÂgaran Pendapatan dan Belanja NeÂgara (APBN) tahun anggaÂran 2012, sebagaimana telah diÂubah dengan Undang-UnÂdang Nomor 4 Tahun 2012.
Menurut Agus, ketentuan itu ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 78/PMK.07/2012 tangÂgal 22 Mei 2012 dan PMK NoÂmor 91/PMK.07/2012 tanggal 12 Juni 2012.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meÂnguÂsulkan pemerintah meÂrevisi Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang PerimÂbangan Keuangan Negara anÂtara Pemerintah Pusat dan PeÂmerintah Daerah. Khususnya terkait dana bagi hasil minyak dan gas bumi agar pembagian dananya sampai pada tingkat kecamatan penghasil.
Direktur Eksekutif Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) Muliana SuÂkardi menilai, pola distriÂbusi dana bagi hasil selama ini tiÂdak menguntungkan secara ekoÂnomi bagi daerah.
“Kondisi itu memicu gejolak sosial ekonomi di daerah pengÂhasil migas. Daerah itu hanya dieksploitasi tanpa mendapat manfaat dari hasil migas terÂsebut untuk pembangunan maÂsyaÂrakat setempat,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40