Berita

ilustrasi, Transportasi liburan Lebaran

Bisnis

Jelang Libur Lebaran, Sistem Transportasi Dibenahi Dong...

KAMIS, 12 JULI 2012 | 08:45 WIB

RMOL. Pemerintah didesak mem­per­siapkan moda transportasi un­tuk masa liburan Lebaran tahun ini. Apalagi, banyak evaluasi ter­hadap kinerja dan pelayanan transportasi pemerintah di tahun lalu yang banyak kekurangannya.

 â€œPemerintah harus belajar dari kekurangan saat Lebaran tahun lalu. Sekarang harus be­kerja ke­ras agar perjalanan mu­dik di ta­hun ini dapat berjalan lancar, aman dan nyaman,” kata anggota Ko­misi V DPR Mah­fudz Abdurrahman.

Khusus untuk pengemudi trans­portasi umum, kata Mah­fudz, pemerintah dapat mendesak pe­nyelenggara transportasi me­la­kukan pemeriksaan secara cer­mat agar kendaraan dan pe­nge­mu­dinya berstatus layak jalan. Dia juga mengingatkan upaya pen­cegahan agar motor yang digu­nakan untuk mudik tidak meng­angkut lebih dari 2 orang.

“Kami minta pihak-pihak ter­kait segera laksanakan sosialiasi sejak sekarang untuk mencegah tingginya angka kecelakaan,” kata anggota Fraksi PKS ini.

Mahfudz menekankan pen­tingnya pemerintah pusat terus memperbaiki koordinasi dan ko­munikasi antar instansi, serta koordinasi dengan pemerintah di daerah. Pemerintah daerah juga harus terbuka menyampaikan ke­pada pusat terkait kesiapan dan kondisi di masing-masing daerah, se­hingga dapat segera dicarikan so­lusinya. “Semua itu ditujukan untuk siapnya menghadapi libur Lebaran tahun ini,” terangnya.

Menteri Perhubungan (Men­hub) EE Mangindaan memasti­kan kenyamanan transportasi ke­reta api akan terkendali karena ani­mo masyarakat menggunakan kereta api sangat tinggi. “Tetap satu tiket harus satu seat (tem­pat duduk) agar tidak ber­jubel yang mengakibatkan kita harus tam­bah rangkaian,” katanya.

Menurut Mangindaan, pada 1 Juli PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menambah tiga rangkaian dan itu pun tiketnya sudah ha­bis. “Berarti cukup ba­nyak yang mau pulang,” katanya.

Selain itu, kendaraan bus pun dipersiapkan dengan penamba­han armada. “Banyak instansi pe­merintah yang menyiapkan ra­tusan bus, salah satunya asuransi Jasa Raharja,” ujarnya.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya