ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Pemberlakuan aturan batas uang muka kredit atau down payment (DP) kendaraan bermotor bagi industri keuangan konvensional, membawa berkah buat perbankan syariah. Pembiayaan industri keuangan syariah diprediksi naik menjadi Rp 15 triliun pada 2012.
Pengamat perbankan syariah Adiwarman Azwar Karim meÂngatakan, aturan baru kredit moÂtor oleh Bank Indonesia (BI) diÂperkirakan dapat mendongkrak pembiayaan syariah ke depan.
“Pembiayaan bank syariah akan menjadi alternatif bagi masÂyarakat untuk mendapatkan pinÂjaman lebih mudah dibanÂdingkan perbankan konvenÂsioÂnal,†ungÂkap Adiwarman di JaÂkarta, keÂmarin.
Dia menjelaskan, sebelum peraÂturan BI dan Menteri KeuaÂngan mengenai uang muka kredit kendaraan bermotor diberÂlaÂkukan, batas DP kredit motor paÂda perbankan konÂvenÂsional haÂnya 5 persen dari total harga kenÂdaraan. Sedangkan perÂbankan syariah sebesar 10 persen sampai 15 persen.
Namun, lanjut Adiwarman, sejak diberlakukan aturan baru tersebut mulai 15 Juni, batas DP kredit motor di bank konÂvenÂsional menjadi 25 persen bagi kenÂdaraan roda dua, 30 persen bagi kendaraan roda empat untuk kegunaan non produktif dan 20 persen bagi kendaraan roda empat untuk tujuan penggunaan produktif.
“Aturan baru kredit motor ini akan membuat masyarakat berÂalih kepada pembiayaan bank syaÂriah untuk mendapatkan dana pemÂbiayaan kendaraan bermotor karena lebih murah dan terjangÂkau,†jelasnya.
Namun, ia berharap industri syaÂriah bisa meÂmanÂfaÂatkan peÂluÂang pembiayaan ini deÂngan baik. Caranya, dengan memÂperÂsiapkan infrastruktur yang meÂmadai beÂserta manaÂjemen kerja yang baik untuk menÂdongÂkrak pembiayaan syariah.
“Saya berharap naiknya pemÂbiÂayaan di bank syariah nanti tiÂdak mengakibatkan meningÂkatÂnya kredit macet,†harapnya.
Untuk itu, kata dia, perlu adaÂnya manajemen risiko pemÂbiÂaÂyaan yang baik dari masing-maÂsing perbankan syariah guna meÂnangkal terjadinya kredit macet.
“Perbankan syariah perlu memÂperkuat likuiditasnya dalam hal ini dana pihak ketiga (DPK) unÂtuk memenuhi permintaan pemÂbiayaan,†tegasnya.
Presiden Direktur PT Asuransi Adira Dinamika (Adira InsuÂranÂce) Indra Baruna mengaku, akan menggenjot kontribusi perÂolehÂan premi asuransi kenÂdaraan bermoÂtor lewat unit syariahnya tahun ini. Hal tersebut menyusul trend perpindahan konsumen daÂlam melakukan pembiayaan dari konÂvesional ke syariah pasca adaÂnya aturan baru kredit motor.
“Kita akan memanfaatkan kondisi tersebut untuk meningÂkatkan kontribusi unit syariah,†ungkap Indra.
Menurut Indra, tahun lalu konÂtribusi premi di unit syariah terhadap Adira Insurance masih sangat kecil atau hanya mencapai Rp 50 miliar. MeÂnuÂrutnya, tahun ini dengan proÂyeksi banyaknya perpindahan konsumen yang melakukan pemÂbiaÂyaan dari konÂvesional ke syaÂriah, perseÂroan mematok target pertumÂbuhan di unit syariah bisa menÂcapai dua kali lipat.
â€Tahun ini kami optimis, unit syariah bisa tumbuh dua kali lipat dari tahun lalu,†ujarnya.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor menilai, aturan baru kredit motor ini dapat memicu pertumbuhan industri asuransi, khususnya untuk unit usaha syaÂriah. PaÂsalÂnya, banyak orang yang ingin membeli kendaraan berÂalih ke multifinance berbasis syaÂriah yang tidak terkena aturan DP.
Menurut Julian, aturan baru DP kredit motor itu cukup memberi imbas pada industri pembiayaan konvensional, sehingga kondisi itu akan membuat peralihan ke bank syariah cukup kuat.
“Kalau di syariah itu tidak ada batasan DP, kondisi itu dapat memÂbuat industri pembiayaan syariah berkembang dan otomatis akan meningkatkan pertumbuhan asuransinya,†tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40