ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menindak tegas manajemen pelabuhan yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap truk-truk barang. Ini terkait keluhan para sopir truk yang kerap dimintai ‘jatah’’ oleh petugas jika ingin cepat masuk pelabuhan.
“Harus dicopot jabatan yang ada di manajemen jika terbukti maÂsih ada pungli,†tegas Menteri PerÂhubungan (Menhub) EE MaÂngindaan di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, kegiatan pungli haÂnya akan memperlambat arus truk barang yang akan melalui peÂlabuhan. Makanya, pungli harus segera ditindak teÂgas. SaÂlah satu sanksinya adalah mengÂganti maÂnaÂjemen pelabuhan.
Untuk menindak itu, ManginÂdaan mengaku pihaknya akan beÂkerja sama dengan pihak berÂweÂnang (kepolisian) untuk meÂnyikapi adanya pungli tersebut.
“KaÂsihan jika truk yang sudah berÂhari-hari antre, sementara yang membayar sejumlah uang diÂpersilakan lewat dengan peÂngawalan,†ucapnya.
Mengindaan mengakui pihakÂnya saat ini sedang memberikan perÂhatian khusus terhadap konÂdisi arus kendaraan di Pelabuhan Merak. Apalagi beberapa hari terÂÂakhir terjadi antrean kendaraan hingga belasan kilometer.
Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, telah terjadi lonjakan kendaraan di PelabuhÂan Merak dari yang biasanya 4.000 kendaraan sekarang menÂcapai 5.180 kendaraan.
Untuk mengÂanÂÂtisipasi kepaÂdatÂan akibat lonjakan kenÂdaraan itu, pihaknya mengaÂlihkan kaÂpal-kapal penyebeÂraÂngan dari PelaÂbuhan Gilimanuk ke PelaÂbuhan Merak.
Menurutnya, saat ini sudah ada 22 kapal di Pelabuhan Merak yang sudah siap digunakan unÂtuk mengangkut manusia, bahan makanan dan kendaraan. NantiÂnya, akan ada 28 kapal yang diÂmaksimalkan penggunaanÂnya di Pelabuhan Merak menjelang hari raya keagamaan untuk mengÂhinÂdari antrean. 28 kapal tersebut diharapkan mampu memperÂlanÂcar arus pengangkutan manusia dan barang maupun kendaraan.
Kapal-kapal itu terdiri dari kapal-kapal milik swasta dan Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (Gapasdap).
Selain itu, Kemenhub bakal meÂmanfaatkan dua dermaga yang sampai saat masih belum full yang akan dipakai untuk meÂnguÂrangi kepadatan.
Tegur Direksi ASDP
Dalam rapat kerja dengan DPR, Senin (9/7), MenÂteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegur direksi PT Angkutan Sungai Danau PenyeÂberangan (ASDP) IndoneÂsia Ferry (Persero) untuk segera meÂngurai kemacetan yang terÂjadi di Pelabuhan Merak.
Dahlan menilai, direksi ASDP dianggap lambat mengurai keÂmaÂcetan di jalur penyeberangan terÂpadat tersebut. “Saya sempat meÂneÂgur direksi ASDP atas keÂmaÂcetan yang terjadi di Merak. KeÂnapa tidak segera ditindak,†kata Dahlan.
Dahlan mengungÂkapkan, sejak 1 Mei 2012 direksi ASDP meÂmang sudah tidak berkuasa terÂhadap pelabuÂhan penyeÂberangan Merak. KeÂweÂnangan itu diserahÂkan ke Otoritas Pelabuhan AngÂkutan PenyeÂberangan (OPAP).
Sebelumnya, Himpunan PeÂngusaha Muda (Hipmi) menyeÂbutkan, 25 persen pendapatan perusahaan angkutan darat diÂkeÂluarkan untuk membayar pungli. Setiap tahun, perusaÂhaÂan-perusaÂhaan tersebut meÂngeÂluÂarkan lebih dari Rp 25 triliun untuk pungli, mulai dari penguÂrusan adminisÂtrasi kenÂdaraan hingga tarif gelap yang dikeÂnakan kepada sopir di tengah jalan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40