Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Program Rumah Wartawan Ditambah Jadi 3.000 Unit

Masih Terganjal Masalah Lahan
KAMIS, 05 JULI 2012 | 08:15 WIB

RMOL.Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Sri Hartoyo me­ngaku, belum bisa memastikan kapan proyek pembangunan ru­mah murah untuk wartawan bisa direalisasikan. Sebab, proyek itu masih terkendala masalah lahan.

“Kami masih terkendala de­ngan lahan. Tapi kami optimis lah­an di Citayam, Depok, Jawa Barat  bisa diselesaikan tahun  2012,” kata Sri saat dihubungi Rakyat Merdeka, Selasa (3/7).

Sri juga membenarkan, adanya kenaikan harga rumah wartawan yang semula dipatok Rp 45 juta menjadi 80 juta per unit. Ke­nai­kan tersebut dianggap masih relatif murah dan terjang­kau.

“Masalah lahan yang menye­babkan harga rumah naik. Namun meski harganya naik, animo war­tawan terhadap rumah tersebut ma­kin besar, dan ini menjadi tan­tangan bagi kami untuk sece­patnya merealisasikan,” ujarnya.

Kemenpera juga berencana akan menambah pembangunan rumah wartawan yang tadinya 1.000 unit menjadi 3.000 unit rumah. Menteri Perumahan Rak­yat (Menpera) Djan Faridz me­nam­bahkan, tahap awal pem­ba­ngunan rumah wartawan tetap di Citayam, Depok.

“Kita tinggal tunggu Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Kalau su­dah keluar, kita akan tinjau ba­reng-bareng ke sana naik kereta sambil menelusuri rute pulang pergi,” ujar Djan.

Bekas Senator DPD DKI Ja­karta ini berharap, NJOP bisa di­dapat dengan harga serendah mungkin. Sebab, dengan harga tanah yang murah mempeng­aruhi luas tanah dan bangunan.

“Kalau harga tanahnya di ba­wah 100 ribu, rumah bisa diba­ngun tipe 45, luas tanahnya pun bertambah menjadi 100 meter. Kalau harga tanahnya 100 ribu per meter, luas tanahnya cuma 60 meter. Kita akan berusaha nego semurah mungkin,” jelas Djan.

Yang pasti, lanjut Djan, lokasi perumahan untuk jur­nalis ini cu­kup representatif sebagai tem­pat tinggal dan pergi bekerja.

“Naik ojek dari lokasi ke sta­siun antara 5-10 menit. Ke Depok kota, naik kereta cuma 5 menit. Ke Sta­siun Manggarai, Jakarta kurang lebih 45 menit. Kalau bawa mobil sendiri, wa­k­tunya bisa lebih lama, mengingat jalan­an dari Depok ke lokasi rumah belum bagus. Di­tambah lagi de­ngan macet,” papar Djan.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya