ilustrasi, pasir
ilustrasi, pasir
RMOL.Pemerintah tetap melarang ekspor pasir laut, meski akhir-akhir ini muncul desakan dari pengusaha agar izin dibuka kemÂbali. Direktorat Jendral Bea Cukai Kantor Kantor Wilayah Jawa Tengah-DIY kemarin mengÂgaÂgalkan pengiriman lima kontainer zircon sand (pasir zirkon) melalui Pelabuhan Tanjung Mas, SemaÂrang. Pasir seberat 115 ton itu rencananya akan dikirim ke China memalui jalur laut. Nilai total pasir zikron itu mencapai Rp1,6 miliar.
Kepala Direktorat Jenderal Bea Cukai (BC) Kantor Kantor WilaÂyah Jawa Tengah-DIY Agung K, mengatakan, saat pengiriman pasir itu dikasih label Zinc Dust (serbuk seng). Berkat kejelian BC, pihaknya kemudian melakuÂkan penyedikan karena barangÂnya mencurigakan. “Kami kemuÂdian melakukan pengecekan dan ternyata barang yang dikirim paÂsir zircon,†kata Agung di SeÂmarang, kemarin.
Dua tersangka diamankan yang bertugas membuat dokumen dan pengiriman. Keduanya berinisial Rs dan TM, yang merupakan warga Semarang. Barang dikirim dari Kalimantan menggunakan kapal kayu kemudian dibawa ke Pelabuhan Tanjung Mas. “Kami berÂhasil menggerebek di gudangÂnya, sementara dua orang jadi terÂsangka,†imbuhnya.
Sementara itu, kalangan eksÂportir pasir laut mendesak PeÂmeÂrintah agar izin ekspor dibuka kembali. “Larangan ekspor pasir laut sudah harga mati, sehingga setiap usulan untuk membuka kemÂbali izinnya ditolak. Ekspor pasir itu banyak merugikan maÂsyarakat, seperti merusak lingÂkungan, menimbulkan abrasi, dan menghilangkan mata pencarian di sekitar pantai,†kata Dirjen KeÂlauÂtan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Syamsul MuaÂrif di Jakarta, pekan lalu.
Selain merusak lingkungan, ekspor pasir laut tersebut hanya menguntungan negara tujuan ekspor. Misalnya di Singapura, paÂsir tersebut digunakan untuk reÂklamasi pantai sehingga meÂnamÂbah luas wilayahnya, dengan berpotensi mengurangi wilayah RI. “Kami juga melarang peminÂdahan pasir laut atau tanah dari pulau yang tidak berpenghuni,†tegasnya.
Pada kesempatan terpisah, KeÂtua Umum Pengusaha PenambaÂngan dan Pemasaran Pasir Laut Erma Hidayat mengatakan, peÂnguÂsaha mendesak pemerintah agar membuka keran ekspor paÂsir. MeÂnurut dia, ekspor pasir laut mampu menghasilkan peneriÂmaan pajak Rp 10 triliun per tahun. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40