Berita

Mantan Kapolda Jatim Sumbang Saran untuk Pemilu yang Bersih

SELASA, 03 JULI 2012 | 14:13 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Untuk pemilu yang transparan, Kementerian Dalam Negeri harusnya sudah memiliki data kependudukan yang mutakhir, bersih dan tanpa rekayasa.

Data itu secara otomatis berubah menjadi daftar pemilih tetap (DPT), tinggal mengecek data orang yang telah meninggal dunia.

Demikian mantan Kapolda Jawa Timur, Irjen (Purn) Herman Surjadi Sumawiredja, Diskusi Publik bertajuk "Kekacuan DPT DKI, Kecurangan Pilkada Jatim, Pemilu 2009" di Rumah Perubahan 2.0, komplek Duta Merlin, Jakarta Barat, Selasa (3/7).


"Jadi basisnya adalah administrasi kependudukan. Pelaksaan juga harus menggunakan sidik jari. Nanti hasil rekapnya bisa real-time dan real-count dan paperless. Nanti orang tidak perlu mudik, tidak perlu surat panggilan, tidak perlu pakai tinta, bisa dimana saja," urai dia.

Setiap tahap proses administrasi, dari administrasi kependudukan, administrasi DPT, waktu pencoblosan, harus terbuka terhadap audit dan diperlukan juga auditor IT independen. Bisa pula menyewa auditor IT independen dari luar seperti yang dilakukan Jepang.

"Auditor bisa melihat apakah sistemnya ada manipulasi, datanya ada manipulasi atau tidak, dan kalau sistem sudah berjalan harus ada pengamanan sistem itu oleh lembaga independen, mengantisipasi hacker," tandasnya.

Dia akui, cita-cita itu membutuhkan pengembangan sistem dan uang yang cukup banyak. [ald]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya