Berita

Lu­kas Po­dolski

Duo Thomas Bilang Podolski Tidak Layak Main

Buntut Kegagalan Tim Panzer Jerman Di Euro
SELASA, 03 JULI 2012 | 08:04 WIB

RMOL. Kritikan pedas tidak hanya dialamatkan kepada pelatih Jer­man Joachim Loew. Striker Lu­kas Po­dolski juga menjadi sa­saran ce­moohan.

Kali ini kritikan dilontarkan dua bekas pemain timnas Jer­man, Thomas Doll dan Thomas Helmer. Keduanya kompak me­ngatakan, Podolski tidak layak diturunkan di laga semifinal saat melawan Itali. Saat itu Jerman kalah 2-1.

“Dalam semifinal, hanya yang terbaik yang harus ber­main. Po­dol­ski tidak layak di­mainkan ke­tika semifinal, Joac­him Loew se­harusnya melihat kesuksesan ke­tika di perempat­final tanpa Po­dolski,” kata Doll, dilansir Sport1.

Seperti diketahui, sepanjang turnamen, Podolski hanya men­cetak satu gol dan tidak berhasil membuat assist sekali pun.

Sementara itu, Helmer juga bingung dengan pilihan Loew di lini depan. Menurutnya, seha­rus­nya yang di­tu­runkan  bukan pe­main-pemain yang gagal men­cetak gol. Karena itu, Jer­man ters­ingkir dari Italia.

“Podolski duduk di bangku cadangan saat pertandingan me­lawan Yunani, maka ketika dia muncul dalam laga melawan Ita­lia, saya benar-benar tidak me­ma­hami hal itu,” tutu Helmer.

Jerman tersingkir di babak se­mifinal Euro 2012 usai di­tunduk­kan Timnas Italia dengan skor 2-1. Hasil ini memper­pan­jang pua­sa gelar Der Panzer un­tuk turna­men internasional se­telah terak­hir mereka menjuara Euro 1996.

Mesut Ozil menjadi salah satu pemain Jerman yang terkejut de­ngan hujan kritikan pasca kega­galan Jerman. Termasuk yang dilontarkan media-media lokal.

Menurut gelandang serang Real Madrid itu, laporan negatif tentang performa Jerman tidak pada tempatnya.

“Semua diskusi ini hanya me­lihat dari satu ke­ka­lahan. Kami bisa melakukan dengan baik pa­da babak awal, dan kami me­nerima banyak pu­jian,” be­ber Ozil. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya