Berita

tim jerman/ist

Lahm Inginkan Jerman Tak Ceroboh Lagi

SABTU, 23 JUNI 2012 | 10:05 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Jerman yang melenggang ke babak semifinal ternyata diwanti-wanti oleh sang kapten, Philipp Lahm.

Kemenangan empat gol Jerman atas Yunani memang harus dibayar juga dengan torehan dua gol Yunani yang dicetak Samaras dan Salpingidis dari titik putih. Lahm menilai dua gol itu pun berasal dari kecerobohan Jerman.

"Kami mencetak gol pertama di pertandingan, kemudian mereka membalasnya, itu karena kami bermain ceroboh dan untuk beberapa poin kami bermain terlalu lambat," ujar Lahm seperti dilansir EUFA.com, Sabtu (23/6).


Philipp Lahm yang mengisi posisi bek kiri menciptakan gol dengan ciri khasnya, melakukan cut-inside sebelum akhirnya melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti Yunani.

"Sejujurnya, saya berharap bisa mencetak lebih banyak gol, tapi saya bukan pemain yang sangat berbahaya. Saya harus mengakui itu" papar Lahm.

"Saya senang bisa mencetak gol pertama dan saya pikir kami membuat hidup tidak selalu sulit" tandasnya. [ysa]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya