Berita

ilustrasi

Korban Lapindo Kesal Dirugikan Politisasi Gugatan ke MK

RABU, 20 JUNI 2012 | 17:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penggunaan dana APBNP 2012 untuk penanganan lumpur Sidoarjo di luar area terdampak memperkeruh suasana dan bisa merugikan warga yang mestinya ketiban ganti rugi.
 
"Kami sebagai korban lumpur Lapindo melihat gugatan tersebut salah alamat, karena jika gugatan tersebut dikabulkan akan merugikan warga yang tinggal di luar area terdampak,” ujar Sekretaris Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL), Khairul Huda, dalam pernyataan pers tertulis, Rabu (20/6).
 
Khairul menilai, gugatan ke MK besar kemungkinan berbau politis karena pokok permasalahan yang digugat bukan mengedepankan kepentingan korban lumpur. Padahal korban hanya ingin menerima pembayaran sesuai ketentuan yang ditetapkan, bukan menambah masalah baru.
 

 
“Kalau target adanya gugatan tersebut untuk black campaign 2014, sangat keliru. Sebab justru masyarakat di luar area terdampak yang akan dirugikan. Saya pribadi sebagai korban Lapindo menentang upaya politisasi Lapindo, karena kami hanya ingin pembayaran selesai, bukan ikut-ikutan arus politik untuk menjegal Aburizal Bakrie atau siapapun,” tegas  Khairul.
 
Ia juga melihat, jika gugatan ini dikabulkan MK, bisa memicu konflik di Sidoarjo karena gugatan itu akan membuat warga di luar area terdampak tidak mendapatkan pembayaran dari pemerintah. Sementara untuk warga di area terdampak tetap akan memperoleh pembayaran dari PT Lapindo.
 
"Kalau memang itu tujuan di balik gugatan ke MK, kami sebagai korban akan menentang balik dan tidak akan bersimpati pada gerakan mereka, termasuk siapa di belakang aksi mereka,” tegas Khairul.
 
Sementara, kemarin MK berjanji akan melihat persoalan gugatan penggunaan dana APBNP 2012 untuk penanganan di luar area terdampak secara obyektif dan menghindari upaya politisasi kasus Lapindo.
 
Berdasarkan Perpres No 14/2007, penanganan bencana lumpur Sidoarjo dilakukan melalui dua pihak. Pihak pertama, PT Lapindo sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk menangani jual beli lahan, bantuan sosial dan lainnya di area terdampak. Pihak kedua, pemerintah RI melalui BPLS berwenang menangani bencana lumpur di luar area terdampak.
 
Hingga saat ini, keluarga Bakrie melalui PT Lapindo telah mengucurkan dana sebesar Rp 7,9 Triliun untuk penanganan di area terdampak. Sedangkan pemerintah RI melalui BPLS telah mengucurkan dana APBN sebesar Rp 4,676 triliun (realisasi kucuran APBN) dari total anggaran Rp 6,751 triliun sejak tahun 2007 hingga 2012. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya