Berita

BATIK TULIS/IST

Batik Tulis Yogyakarta & Jaket Domba Garut Mejeng Di Pameran Filateli Dunia

SELASA, 19 JUNI 2012 | 16:13 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pameran Filateli Dunia (World Stamp Championship) 2012 di Jakarta Convention Center, Senayan di meriahkan 100 pelaku usaha kecil menengah produsen komoditas kerajinan dan fesyen. Kegiatan pameran yang merupakan ajang  kompetisi bagi para filatelis di seluruh dunia ini  menjadi ramai dengan pameran produk koperasi dan UKM.

Pameran Filateli Dunia 2012 dan Pameran Produk Unggulan UKM dilaksanakan bersama dan dibuka resmi Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring didampingi Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia, Soeyono.

Pameran dilaksanakan  dari tanggal 18-24 Juni 2012.


Pameran UKM misalnya, menampilkan produk unggulan batik dengan desain kontemporer yang lain dari produk batik umumnya dengan brand Gee Batik. Hasilnya sangat luar biasa karena produknya merupakan batik tulis.

Batik asli Yogyakarta tersebut tetap menampilkan elemen klasik, sedangkan proses pengerjaannya secara utuh buatan tangan. Dan yang pasti, seperti halnya batik tulis, maka tidak ada desain yang sama dengan produk lain.

Produk unggulan lainnya ditampilkan UKM adalah jaket kulit dari perajin Garut, Jawa Barat. Desain jaket berbasis kulit domba tersebut dibuka dari harga minimal Rp500.000 hingga Rp1,2 juta. UKM produsen yang mengikuti pameran adalah Wafina Leather Jacket.

Seluruh peserta pameran UKM rata-rata binaan dari perusahaan BUMN seperti PT Jamsostek, dan perbankan hingga perusahaan BUMD. Produk lain yang ditampilkan di samping kerajinan, industri fesyen, termasuk produk makanan dan minuman.

Adapun pameran perangko internasonal, melibatkan sedikitnya 40.000 sheet prangko dari seluruh dunia. Hadir pada pembukaan Presiden Federation Internatioanle FIlatelie, Tay Peng Hian serta kolektor perangko internasional.

”Indonesia dengan senang menjadi tuan rumah World Stamp Championship di Jakarta. Event ini mendorong usaha pemerintah Indonesia membangkitkan semangat filateli nasional di samping juga menjadi bukti eksistensi filateli dunia," ujar Tifatul Sembiring.

Perangko katanya, bisa dijadikan bahan edukasi bagi masyarakat karena mengandung sejarah, budaya, bahkan teknologi. Pameran perangko di Indonesia menjadi ajang kompetisi filatelis atau kolekter perangko dan benda pos lainnya.

Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), Soeyono, mengatakan pada event ini sebanyak 2.500 frame dan sekitar 40.000 sheet koleksi prangko dari seluruh dunia dipamerkan.

Pameran perangko diperkirakan diikuti filatelis dari 70 Federasi Filateli dunia serta diramaikan 100 stamp dealer dari dalam dan luar negeri. Peserta di antaranya berasal dari China, Jepang, Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Afrika Selatan, Mesir, dan Kongo. [dzk]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya