Berita

pramono anung/ist

RUSUH BATAM

Pramono Anung Sayangkan Polisi Tak Antisipatif

SELASA, 19 JUNI 2012 | 10:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kerusuhan yang terjadi di Batam kemarin dinilai karena ketidaksigapan dan ketidaktegasan aparat polisi untuk mengantisipasinya.

"Yang penting adalah ketegasan aparat. Ini seakan-akan ada pembiaran aparat. Ketika sudah terdapat korban, seakan-seakan sibuk," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (19/6).

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, untuk membasmi praktek kekarasan dan premanisme yang ada, pemerintah harus bersikap tegas.

"Kalau ini dibiarkan, masyarakat akan mencari solusi sendiri. Terus orang-orang yang punya kekuatan akan melakukan penyelesaian dengan caranya sendiri," paparnya.

Menurutnya, masalah lahan, yang jadi pemicu, terlalu lama dibiarkan, dan sengketanya bertumpuk-tumpuk.

"UU Pertanahan sudah mengatur, ini mesti diterapkan. Yang kurang adalah mediasi tidak dilakukan. Inilah yang harus dilakukan pemerintah," tekannya.

Dalam bentrokan kemarin, di depan Hotel Planet Holiday, Batam, Kepulauan Riau, 1 orang tewas; 2 orang mengalami luka berat; 8 orang lainnya mengalami luka ringan. Bentrok dua kelompok massa  dipicu oleh sengketa keperdataan antara kelompok PT HM dengan kelompok PT LWE.

"PT HM dibackup kelompok TF, sementara PT LWE dibackup kelompol B," terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam.

Bentrokan dipicu ketidakpuasan pihak PT HM atas putusan pengadilan terkait lahan seluas 3,5 hektar 15 Juni kemarin. Dalam keputusannya, pengadilan memenangkan pihak LWE. Pihak LWE kemudian mengamankan lahan tersebut dengan dibantu oleh sejumlah orang dari kelompok B. [zul]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya