Berita

ilustrasi

OBLIGASI REKAP

PDIP Sarankan BPK Turun Tangan

SELASA, 12 JUNI 2012 | 15:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Skandal obligasi rekap mulai menyeruak di DPR setelah belasan tahun terjadi. Politisi muda PDI Perjuangan di Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, mendesak diadakannya pengecekan mendalam atas fenomena keuangan negara itu.  

"Harus dilakukan pengecekan," kata Maruarar kepada Rakyat Merdeka Online di Ruang Rapat Komisi XI, Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, (12/6).

Kemarin Pimpinan DPR didampingi pimpinan fraksi-fraksi dan Komisi III bersama pimpinan Komisi XI serta Pimpinan Banggar DPR, menggelar rapat konsultasi dengan Kwik Kian Gie, bersama Marwan Batubara, Sri Edi Swasono,  Ichsanudin Noorsyi, A.E.Yustika, M.Fadhil Hasan, dan Hendri Saparini.


Dalam pertemuan itu, Kwik menjelaskan beban bunga obligasi rekap dengan bunga tetap (fixed rate) mencapai 28 persen. Setiap tahun pembayaran bunga obligasi rekap itu akan membebani APBN.

Lebih jauh, Maruarar mengusulkan pembayaran bunga obligasi rekapitalisasi tersebut diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

"Uang kita habis buat itu. Akan sangat baik kalau dana itu dikembalikan pada negara dan kepentingan rakyat," ungkapnya sambil menyarankan negosiasi antara pemerintah dan pihak perbankan untuk polemik itu.

Sedangkan jauh hari sebelumnya, mantan Menko Keuangan era Abdurrahman Wahid (2001), Rizal Ramli, menyatakan, pemerintah sebaiknya menarik semua OR di perbankan untuk meringankan beban APBN. Penarikan obligasi rekap juga demi mempertimbangkan rasa keadilan bagi rakyat yang selama ini patuh membayar pajak.
[ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya