Berita

kwik kian gie

Teguh Juwarno Pastikan Pengaduan Kwik Cs akan Ditindaklanjuti

SELASA, 12 JUNI 2012 | 10:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. DPR dipastikan akan menindaklanjuti aduan mantan Menko Ekuin, Kwik Kian Gie, yang menuntut pemerintah menghentikan pembayaran bunga obligasi rekapitalisasi yang mencapai Rp 60 triliun per tahun pada perbankan.

"Kemarin (Senin, 11/6) menyepakati untuk meminta Komisi XI menindaklanjuti pengaduan Pak Kwik dkk," ujar seketaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Selasa, 12/6).

Kemarin, Pimpinan DPR didampingi Pimpinan Fraksi-fraksi, Pimpinan Komisi III bersama Pimpinan Komisi XI serta Pimpinan Banggar DPR RI menggelar rapat konsultasi dengan Kwik Kian Gie, bersama Marwan Batubara, Sri Edi Swasono,  Ichsanudin Noorsyi, A.E.Yustika, M.Fadhil Hasan, dan Hendri Saparini. Teguh hadir dalam rapat konsultasi tersebut.

Dari paparan yang disampaikan Kwik Kian Gie, kata Teguh, banyak kejanggalan yang muncul dan diperkirakan merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah.

"Dimana sekarang kita dan anak cucu kita harus menanggung akibat kebijakan yang sembrono dimasa lalu," ungkap Teguh yang duduk di komisi V DPR ini.

Dalam pertemuan itu, Kwik menjelaskan beban bunga obligasi rekap dengan bunga tetap (fixed rate) mencapai 28 persen. Setiap tahun pembayaran bunga obligasi rekap itu akan membebani APBN. "Dampaknya akan terasa terus walaupun dulu katanya delapan tahun akan selesai," ujarnya.

Kwik Kian Gie menuturkan kisah yang mengebohkan diatas pada saat menjelaskan pandangannya tentang kebijakan obligasi rekapitalisasi perbankan. Menurut Kwik, kebijakan obligasi rekapitalisasi perbankan telah membebani APBN karena setiap tahun pemerintah harus membayar bunga, untuk surat utang yang sepenuhnya hanya berupa sebuah kertas pengakuan utang belaka.

Sejak awal ia sudah menyatakan ketidaksetujuannya dan berpuncak pada sebuah rapat kabinet di masa kepemimpinan Megawati sebagai presiden. Kala itu Kwik Kian Gie sebagai menteri perencanaan negara/Kepala Bappenas dengan tegas menolak keputusan rapat yang akan menjual Bank BCA kepada grup Farallon keesokan harinya. Ketidaksetujuan Kwik adalah karena harganya yang terlalu murah.

"(BCA) akan dijual sahamnya hampir 100 persen dengan harga Rp10 triliun. Padahal didalamnya ada obligasi rekap dari Pemerintah sebesar Rp53 triliun. Saya tidak setuju karena harga itu terlalu murah. Lagipula cara penjualan seperti itu mengingkari yang sudah saya sepakati dengan IMF (ketika saya jadi Menko Ekuin). Kenapa kok tiba-tiba diubah," kisah Kwik. [zul]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya