ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Kalangan pengusaha otomotif dan perumahan mulai menyiasati rencana penerapan batasan uang muka kredit otomotif dan properti. Perbankan bakal terkena wajib lapor.
Aturan kenaikan uang muka atau Down Payment (DP) untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit kepemilikan rumah (KPR) akan diberlakuÂkan pada Rabu (15/6). Namun, kalaÂngan pengusaha otomotif masih berÂharap aturan tersebut bisa diÂtunda atau minimal direvisi.
Wakil Ketua Gabungan InÂdusÂÂtri KenÂdaÂraan Bermotor IndoÂneÂsia (GaiÂkindo) Jongkie D SugiarÂto meÂminta aturan ini sebaiknya diÂtunda dulu, karena akan memÂpeÂÂngaruhi target penÂjualan kenÂÂdaÂÂraan. Sebelum ada pembaÂtasan aturan DP, dia menÂtargetÂkan penÂjualan hingga satu juta unit.
Kini, jika aturan baru ini jadi diÂterapkan, pihaknya akan mereÂvisi penjualan hingga di bawah satu juta unit. Efek dominonya sangat luar biasa. Sayangnya, damÂpak tersebut lebih bersifat negatif.
“Efek pertama orang sulit beli mobil, penjualan akan turun dan produksi menurun. Habis itu, peÂrusahaan komponen akan turun produksi, semua dikurangi, ini dampak domino luar biasa,†uraiÂÂnya di Jakarta, kemarin.
Jongkie mengusulkan, jika peÂmerintah ingin menaikkan baÂtas minimal uang muka, seÂbaiknya diÂlakukan secara bertaÂhap, jaÂngan langsung terapkan 30 perÂsen. Gaikindo mengusulÂkan agar baÂtas minimal tersebut diÂturunÂkan menjadi 15 atau 20 persen, atau ditunda satu tahun lagi.
Ditekankan, dengan pengeÂnaan uang muka di kisaran 15-20 perÂsen, sebetulnya sudah cukup berÂhati-hati (prudent). SeÂbab, rata-rata perusahaan pemÂbiayaan suÂdah menghitung riÂsiko konÂsuÂmennya.
Pihak Daihatsu mengaku atuÂran tersebut membebani para proÂdusen. Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra mengaku sudah meÂlaÂkukan sosialisai keÂpada jaringan dealer-nya untuk menÂcari pemÂbeli yang sesuai aturan BI.
“Seluruh dealer harus mengÂikuti aturan ini. Pada dasarÂnya kita tidak bisa mengelak dan haÂrus menjalankan DP segitu (30 persen),†katanya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Amelia mengeluhkan tinggiÂnya DP yang dipatok pemeÂrinÂtah. Sebab, dengan DP yang seÂmakin tinggi akan berimbas keÂpada penÂjualan. “Peraturan baru itu ada imÂpact-nya. Orang kan harus meÂnunggu untuk ngumÂpulin duit buat beli mobil, pasti ada demand yang turun seperti seÂkarang. KaÂrena mayoritas pemÂbeli melalui mekanisme kredit,†tukasnya.
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate IndoÂnesia (DPP REI) HanÂdaka SanÂtosa mengaku, pihak REI sudah mengirimkan surat ke Bank IndoÂnesia (BI) agar meÂnunÂda aturan baru soal DP miniÂmal 30 persen pada rumah dan apartemen dengÂan tipe lebih dari 70 meter persegi yang mulai diberlakukan 15 Juni nanti.
“BI seharusnya meÂnunda kebiÂjakan baru uang muka minimal 30 perÂsen sampai NPL (non perÂforming loan) atau rasio kredit bermasalah KPR dinilai mengÂkhawatirkan,†kata Handaka.
Pihak BI seolah tak terpengaÂruh dengan berÂbagai deÂsakan dari pengusaha kendaraan atau ruÂmah. Buktinya, untuk meÂngawal kebijakan ini BI akan meÂminta perbankan melaÂporkan seÂtiap realisasi kredit mereka.
“Dari laporan tersebut, kami akan memonitor apakah peneÂraÂpan kebijakan aturan DP terÂsebut sudah berjalan maksimal serta bagaimana trend penyaluran kreÂdit tersebut,†cetus Deputi DiÂrektur Penelitian dan Pengaturan Bank BI Yunita Resmi Sari di Jakarta, akhir pekan lalu.
Laporan tersebut, jelas Yunita, nantinya akan masuk dalam SisÂtem Informasi Debitor (SID). ArÂtinya, dalam laporan itu bank akan melaporkan kemamÂpuan debitor. Misalnya, risiko kreÂdit, nilai kredit, bunga dan poÂtensi kredit macet.
“Bank yang tidak melaporkan tranÂsaksi akan terkeÂna sanksi. Baik berupa teÂgurÂan atau admiÂnisÂtratif,†ujarnya.
Dari data BI diketahui, realisasi kredit rumah periode Januari-April 2012 naik 4,39 persen dari Rp 91,07 triliun menjadi Rp 95,04 triliun. Sementara kredit kendaraan tuÂrun 13,3 persen dari Rp 14,87 triÂÂliun menjadi Rp 12,89 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40