Berita

Nusantara

Alex Noerdin Resmikan RS Khusus Mata Bertaraf Internasional

JUMAT, 08 JUNI 2012 | 18:42 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat (RSKMM) di Jalan Kolonel H Burlian KM 6 Palembang resmi beroperasi. Pengoperasi RS bertaraf internasional  dimulai dengan peresmian secara langsung oleh Gubernur Sumsel yang juga Cagub DKI H Alex Noerdin, Jumat (8/6).

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan, keberadaan RSKMM milik Pemprov Sumsel ini, tentunya dapat dipahami sebagai upaya Pemprov Sumsel dalam rangka memaksimalkan kinerja sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Sumsel.

“Kesehatan merupakan salah satu prioritas utama dari beberapa prioritas pembangunan yang dilakukan di Sumsel, seperti berobat gratis,” ujar Gubernur.


Dikatakannya, meski fasilitas RS Mata di Sumsel ini sudah berstandar internasional, namun tetap akan memprioritaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin dalam upaya mendukung program berobat gratis. Dengan demikian, dalam melayani masyarakat Sumsel, RS Mata menerima pasien yang menggunakan Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) dan Jaminan Kesehatan Mayarakat (Jamkesmas).

“RS Mata ini akan memberikan pelayanan berobat gratis bagi masyarakat yang menggunakan Jamsoskes dan Jamkesmas. Jadi, RS Mata ini dapat dipastikan akan mengalami kerugian, karena ada kelas gratis. Oleh karena itu akan kita lakukan subsidi silang,” terang Gubernur.

Gubernur juga menegaskan, pelayanan dan profesionalisme dari seluruh dokter dan perawat harus diterapkan dengan benar di RS yang dibangun dengan menghabiskan dana sebesar Rp60 Miliar dari APBD Provinsi Sumsel ini. Sebab, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat harus benar-benar sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga para pasien dapat merasa nyaman saat menjalani pengobatan.

“Pembangunan RS Mata ini menjadi tanggungjawab saya, karena ini dibangun dengan menggunakan uang rakyat. Jadi, saya tagih pelayanan dokter dan perawat yang profesional,” tegasnya.

Gubernur juga meminta, agar manajemen RS Mata memiliki konsultan managemen untuk memberikan pengawasan dan bimbingan, sehingga bukan hanya sumber daya manusia (SDM)-nya saja yang profesional, namun managemennya pun menjadi profesional.

“Bila perlu jalin kerja sama dengan rumah sakit mata yang ada di luar negeri, serta berikan bea siswa kepada dokter untuk belajar dengan harapan nantinya pelayanan kesehatan lebih baik,” kata Gubernur.

Direktur RS Mata Masyarakat Sumsel dr Anang Tribowo mengatakan, pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien dari kelas manapun, baik itu Jamsoskes, Jamkesmas, Askes, maupun umum.

Kata dia, RS Mata ini memiliki lima kamar operasi dan semua ruang juga dilengkapi alat pendingin, seperti ruang rawat inap mulai dari VVIP, VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Selain itu dilengkapi juga dengan ruang poliklinik, ruang visus, UGD, Diagnostik, laboratorium, dan apotik. Sementara untuk tenaga SDM, RS Mata ini memiliki delapan dokter spesialis mata, tiga dokter umum, dan 42 perawat, serta tenaga administrasi yang profesional dan berkualitas.

“Kesemuanya itu sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien termasuk masyarakat kurang mampu,” ujarnya. [dzk]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya