Berita

Bisnis

Pekerja dan Alat Berat APP Sudah Dipindahkan ke Areal Hutan Tanam Industri

SABTU, 02 JUNI 2012 | 18:40 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pekerja dan alat-alat berat yang biasa digunakan untuk penebangan kayu alam di wilayah hutan konsesi milik Asia Pulp & Paper Group (APP) telah dipindahkan ke areal hutan tanaman industri (HTI). Langkah ini adalah bagian dari komitmen APP menerapkan prinsip Hutan Bernilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value Forest/ HCVF).

Demikin disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Riau, Zulkifly Yusuf, yang memantau di lokasi dalam rilis yang diterima redaksi Sabtu malam (2/6).

Zulkifly mengatakan, pihaknya mengapresiasi kebijakan APP menerapkan prinsip HCVF. Dia juga membenarkan tidak ditemukan lagi aktivitas dan kegiatan penebangan kayu alam di area konsesi APP.

"Mereka telah memindahkan sejumlah pekerja serta alat-alat berat seperti buldoser ke areal HTI milik mereka. Kini mereka  fokus  di sana,'' katanya.

Zulkifly juga mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan sejak APP mengumumkan kebijakan perusahaan menerapkan prinsip HCVF yang dimulai dengan menghentikan sementara kegiatan penebangan kayu alam sejak 1 Juni. 

"Kami akan melakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kebijakan yang diambil APP," ujar Zulkifly lagi.

Pemasok Mengikuti
Zulkifly juga mengimbau perusahan kertas lain untuk mengikuti langkah APP. Perusahaan-perusahaan yang selama ini memasok kayu ke APP juga diminta agar tidak lagi menjual kayu alam.

"APP kan sudah mengumumkan tidak akan menampung kayu alam. Kalau nanti kayunya ditolak, jangan salahkan APP," demikian Zulkifly.

Imbauan Zulkifly ini disambut antara lain oleh Hartono, pimpinan PT Putra Khatulistiwa Jaya yang selama ini memasok kayu untuk bahan baku pulp.

"Apalah susahnya itu. Ya mau tidak mau kami harus ikuti permintaan mereka. Kan ini demi kelangsungan perusahaan kami juga. Kalau mereka (APP) menolak kayu dari kami, ya kami rugi, bisa bangkrutlah," ujarnya.

Hartono juga mengatakan, perusahaan yang dikelolanya memiliki komitmen yang sama dalam hal mengelola hutan yang berkelanjutan. Artinya, pengelolaan hutan harus bermanfaat bagi berbagai pihak, baik masyarakat, negara, dan tentu perusahaan.

"Prinsip ini menjadi bagian dari strategi pengembangan perusahaan kami. Sehingga kami juga dapat menjamin kayu pulp yang kami supply untuk APP adalah kayu legal,'' ujar Hartono lagi.

Dia juga berharap keputusan APP ini dapat mengurangi tudingan miring yang kerap dialamatkan kepada perusahaan pemasok kayu dan pemilik konsesi seperti APP.

Saat ini, menurut Hartono, pemasok kayu pulp untuk APP di Sumatera, khususnya Riau, secara sukarela telah melaksanakan permintaan APP untuk menerapkan prinsip HCVF. Ia memperkirakan, deadline yang diberikan APP kepada pemasok kayu pulp, yakni 31 Desember 2014, bisa dilaksanakan.

Managing Director Sustainabillity APP, Aida Greenbury, mengemukakan, kebijakan menerapkan prinsip HCVF dalam pengembangan bisnis APP guna memastikan para pelanggan mendapat produk dengan nilai integritas lingkungan dan sosial yang tinggi.

Kebijakan HCVF terkait konsesi yang dimiliki APP di Indonesia dimulai beberapa langkah. Di antaranya, penghentian sementara pembukaan hutan oleh APP selama penilaian efektif per 1 Juni 2012. Penilaian HCVF turut melibatkan para ahli, serta upaya perlindungan semua wilayah yang diidentifikasi sebagai kawasan hutan bernilai konservasi tinggi berdasarkan penilaian HCVF nantinya. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya