ilustrasi, Batubara
ilustrasi, Batubara
RMOL.Perusahaan Listrik Negara (PLN) melayangkan warning ke peÂmerintah agar segera mencari solusi tepat mengatasi blokade pasokan batubara di Kalimantan. Jika terus berlarut-larut, tindakÂan terÂsebut diprediksi akan mengÂÂganggu pasokan listrik di Jawa dan Bali. Kedua pulau ini bisa terancam gelap gulita.
Maklum, perusahaan pelat meÂrah ini merupakan konsumen besar batubara di Indonesia. PLN memÂbutuhkan batuÂbara untuk mengÂhidupkan seÂjumÂlah pemÂbangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa dan Bali.
MaÂnager Senior Komunikasi KorÂporat PLN Bambang DwiÂyanÂto mengatakan, untuk saat ini kegiatÂan operasional pembangkit listrik PLN yang menggunakan bahan bakar batubara belum terÂganggu. Menurutnya, jika terjadi lebih dari 30 hari blokade jalur utama angÂkutan batubara di SuÂngai Barito, Kalimantan Selatan, akan mengÂganggu pasokan unÂtuk operasional pembangkit lisÂtrik di Pulau Jawa.
“Jika blokade kapal batubara di Sungai Barito cukup lama bisa mengganggu pasokan batubara ke PLTU PLN. Bahkan bisa meÂnyebabkan Jawa gelap gulita,†ujar Bambang kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Ia menjelaskan, sekitar 45 perÂsen pembangkit listrik di Pulau Jawa menggunakan bahan bakar batubara. Untuk seluruh pemÂbangÂkit listrik PLN, pembangkit listrik swasta (independent power plant/IPP), PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), cadangan batubara yang dimiliki cukup panjang untuk keÂÂbutuhan selama 30 hari.
“BiaÂsanya pembangkit listrik punya stok batubara untuk 25-30 hari ke depan. Jika melewati itu, PLTU bisa berhenti beroperasi. Kalau blokade tidak sampai 30 hari dan normal kembali, tidak akan terganggu,†jelas Bambang.
PLN mencatat pasokan batuÂbaÂra yang berasal dari Kalimantan menÂcapai 40 juta ton per tahun. Sisa kebutuhan berasal dari SuÂmaÂtera sebanyak 15 juta ton.
Direktur Operasional PLN JaÂwa-Bali Ngurah Adnyana menÂjamin aksi blokir Sungai Barito selama 2-3 hari tidak akan mengÂanÂcam kelangsungan pasokan baÂtubara perusahaan. Walaupun diÂakui jika aksi itu berlangsung laÂma, bisa mengancam paÂsokan batubara.
“Untuk pengamanan pasokan PLTU, PLN ada buffer stock selaÂma 20-30 hari. Kami yakin boiÂkotnya tidak akan lama-lama karena masalahnya bukan pada batubara,†ujar Adnyana.
Sebelumnya, Kementerian ESDM juga telah mengumpulkan beberapa pengusaha batubara di tanah air. Para pengusaha itu diÂminta agar tidak menyetop paÂsokÂan batubara dari areal tamÂbang mereka di kawasan KaliÂmanÂtan.
“Sudah ada pembahasan deÂngan pengusaha, kami sudah minÂta semua pengusaha tidak melaÂkukan blokade itu lagi. Hasilnya koorÂdinasi saja. Pokoknya, tidak ada bloÂkade,†tandas Dirjen MiÂneral dan Batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite.
Seperti diketahui, sejumlah eleÂmen masyarakat Kalimantan SeÂlatan mengancam bakal meÂnutup kembali jalur pengangÂkutan SuÂngai Barito, jika pemeÂrinÂtah pusat tidak membantu meÂngatasi keÂlangÂkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Sungai rakÂsasa tersebut merupakan akses utaÂma bagi perusahaan batubara untuk mengirim hasil produksi mereka, termasuk ke Pulau Jawa. Jika jaÂlur itu ditutup, maka mengancam paÂsokan batubara untuk industri dan PLN di Pulau Jawa. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35
Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40
Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53
Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31
Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53
Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06
Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36