Berita

syahganda/ist

Syahganda: MP3I Tak Prioritaskan Aspek Keadilan Pertumbuhan Kalimantan

SABTU, 26 MEI 2012 | 18:09 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Masyarakat Kalimantan dinilai tidak mendapatkan pembagian hasil yang signifikan dari kekayaan alam pulau itu. Di sisi lain Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa juga disesalkan karena karena tidak memprioritaskan aspek keadilan pertumbuhan ekonomi kawasan Kalimantan.

Bahkan kehadiran MP3I cenderung menganaktirikan dan tetap meletakkan masyarakat Kalimantan dalam penderitaan dan ketertinggalan ekonomi.

Demikian kritik yang disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan di Jakarta, Sabtu sore (26/5).

Syahganda pun meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat Kalimantan berkaitan dengan ketidakadilan pemerataan pembangunan yang selama ini ditangani pemerintah pusat.

Pernyataan Syahganda ini disampaikan untuk menanggapi aksi blokade kapal tongkang pengangkut batubara di Sungai Barito oleh sejumlah warga Kalimantan Selatan, yang dimulai Sabtu pagi tadi.

Aksi itu, kata Syahganda, ikut dipicu oleh distribusi bahan bakar minyak ke wilayah itu yang cukup kecil dan terjadi berulangkali hingga membuat kelangkaan BBM yang kerap menganggu kenyamanan masyarakat.

Menurutnya, selama puluhan tahun, kesuburan tanah Kalimantan hanya digunakan dalam melayani keinginan pemerintah pusat beserta segelintir pebisnis besar "tanpa hati", yang justru mengabaikan kesejahteraan rakyat Kalimantan sebagai pemilih sah kekayaannya.

"Presiden SBY harus mewujudkan hak-hak keadilan bagi warga di Kalimantan sebagaimana diamanatkan oleh perjuangan reformasi belasan tahun lalu, agar tidak berkembang menjadi tuntutan pemisahan atau negara federalisme," ujar kandidat doktor ilmu kesejahteraan Universitas Indonesia itu.

Bahkan, lanjutnya, pihak berkuasa di Jakarta cenderung terus membiarkan para penikmat keuntungan bebas mengeruk bumi Kalimantan yang seolah-olah tak akan pernah habis sampai kapan pun.

"Jadi, sungguh merupakan ironi yang sulit diterima akal sehat jika wilayah Kalimantan yang menawan dan menyimpan berlimpah jenis tambang, namun ternyata masih menyengsarakan nasib masyarakatnya sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan, banyak desa yang tak terfasilitasi aliran listrik. Selain itu infrastruktur pembangunan guna memudahkan akses kehidupan warga juga masih terbilang rendah. Ini adalah bukti kelalaian Jakarta menjadikan wilayah ataupun rakyat kalimantan bermartabat. Padahal seharusnya masyarakat Kaliman telah setara denganwilayah lain khususnya Jawa. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya