Berita

Nono Sampono/ist

PILGUB DKI

Nono Sampono: Kita Perlu Sedikit Main Kasar

JUMAT, 25 MEI 2012 | 22:08 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta diminta segera menghapus daftar pemilih-pemilih bermasalah dari Daftar Pemilih Sementara (DPS). Pasalnya, telah ditemukan sekitar 600-an ribu pemilih yang bermasalah.

Hal itu disampaiakan oleh Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Nono Sampono, saat menyambangi kantor redaksi Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (25/5).

“Kami menemukan 600 ribu sekian. Dan itu diakui, cuma mereka (KPU) belum menentukan sikap,” kata Nono.


Kendati demikian, Nono tidak mau berprasangka buruk terhadap buruknya pengelolaan data DPS yang berasal dari Daftar Potensial Penduduk Pemilih Pemilu (DP4) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Menurutnya, data itu hanya sebagai warning untuk mengawasi jalannya proses Pilkada sehingga tercipta pemilu yang jujur, adil dan demokratis.

“DPS kita tidak prejudice sama orang tapi pengalaman lalu (pemilihan umum legislatif dan pilpres 2009) membuat kita waspada dan PKS punya pengalaman (Pilkada 2007). Disitu juga ada Taufik (Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta). Jadi sudah mengerti permainan itu,” jelasnya.

Bekas Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) ini menilai, bagaimana pun pengawasan ketat perlu dilakukan terhadap proses pendataan pemilih yang dilakukan oleh KPU DKI dan jajarannya ke bawah.

Menurut Nono, ini penting dilakukan untuk mengeliminir kemungkinan masuknya pengaruh penguasa Jakarta saat ini untuk menggunakan data pemilih melanggenggkan kekuasaan.

Apalagi, Nono mengamati proses permainan yang ada sekarang masih menggunakan pola lama. Dugaannya, ada rekayasa jumlah pemilih pada wilayah-wilayah yang menjadi basis dukungan calon tertentu.

“Lapangan bola sekarang becek. Nendang bola kan pasti kotor. Tapi disitu kita perlu juga sedikit main kasar,” kata Nono. [mar]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya