Berita

syahganda nainggolan/ist

CATATAN HARKITNAS

Syahganda: Pemimpin Nasional Sibuk Berkelahi dan Membangun Politik Oligarkis

MINGGU, 20 MEI 2012 | 17:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Para pemimpin nasional lebih sibuk berkelahi dan menjaga pesona masing-masing, serta mengutamakan hasrat politik dalam memenangkan kelompoknya. Mereka juga cenderung melanggengkan politik oligarkis yang kerap menyingkirkan kelompok lain dan mengorbankan keberadaan bangsa.

Itulah gambaran umum yang tampak menonjol di Hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Gambaran ini membuat Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan prihatin.

Dia berharap peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dijadikan momentum bersama untuk mengupayakan kebangkitan bangsa baik secara ekonomi dan moral melalui penguatan prinsip-prinsip nasionalisme keindonesiaan di berbagai bidang.

Dari semua tokoh nasional, ia memberikan tekanan kepada Presiden SBY. Menurutnya, kepemimpinan SBY sangat diharapkan mengingat kenyataan hidup rakyat kini semakin gonjang-ganjing tanpa pegangan dan perlindungan pasti dari negara.

"Termasuk tidak mendapat kepedulian nyata dari para pemimpin yang ada," ujar Syahganda kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu siang (20/5).

Menurut hemat Syahganda, SBY harus mendarmabaktikan sisa masa jabatannya sebagai presiden yang tidak terbilang lama lagi itu untuk kepentingan bangsa dan rakyat.

Selain negara tidak lagi memiliki martabat yang kuat untuk dapat diperhitungkan di arena global, agenda kemakmuran rakyat di dalam negeri pun semakin terabaikan. Ini adalah buah dari karakter pemimpin bangsa yang lemah dan jauh dari sifat keteladanan.

Anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pusat itu juga mengatakan, karakter kepemimpinan yang lemah dan cenderung berorientasi untuk menyelamatkan diri sendiri membuat rakyat berjalan tanpa panduan dan mengarah pada ketidaktertiban sosial yang bisa membahayakan kesatupaduan bangsa.

"Karena itu, kepemimpinan nasional harus mengembalikan tegaknya moral, hukum, dan cita-cita menjadi bangsa terhormat demi mewujudkan kewibawaan negara," sambung Syahganda.

Dia juga mengritik wajah kapitalisme yang semakin tampak nyata dengan prinsip neo-liberalistik yang menguntungkan pihak asing, dan sebaliknya tak memberikan kesejahteraan substansial kepada rakyat. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya