Berita

Abdul Haris Semendawai

Wawancara

WAWANCARA

Abdul Haris Semendawai: Angie Belum Minta Perlindungan, Ngapain Pula Kami Tawarkan Diri

JUMAT, 18 MEI 2012 | 09:03 WIB

RMOL.Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan kepada Angelina Sondakh jika memang diperlukan.

Ketua LPSK Abdul Haris Se­mendawai mengatakan, pihaknya  belum menerima surat permoho­nan perlindungan dari Angie mau­pun rekomendasi dari insti­tusi penegak hukum.

“Kami hanya menunggu saja. Yang jelas, siapa pun yang me­minta perlindungan LPSK harus memenuhi persyaratan,” kata Abdul Haris Semendawai kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa saja syaratnya?

Pertama, selain sebagai ter­sangka, dia juga harus membukti­kan dirinya sebagai saksi bagi pelaku yang lainnya. Kedua, dia memiliki informasi penting ten­tang suatu tindakan pidana yang serius. Ketiga, mau bekerja sama dengan aparat penegak hukum.  

LPSK tidak berinisiatif untuk menawarkan perlindu­ngan ke­pada Angie?

LPSk bukan pihak yang tepat untuk menawarkan itu. Tetapi lembaga yang mempuyai kewe­na­ngan untuk melakukan penye­lidi­kan. Karena mereka yang menge­tahui persis mengenai Angie.

Misalnya saja, sejauhmana Angie ini memiliki infomasi pen­ting. Apakah dia itu pelaku utama atau tidak. Yang tahu mengenai ini kan pihak institusi yang punya kewenangan melakukan penyidi­kan tersebut.

Apakah Anda menilai Angie be­lum layak menerima perlin­du­ngan dari LPSK?

Yang mengetahui apakah dia menjadi saksi untuk yang lain­nya, itu kan penyidik. Selain itu, Angie juga bersedia tidak untuk bekerja sama dengan aparat pe­negak hukum.

Kalau memang sudah dipasti­kan itu, dan yang bersangkutan disebut sebagai justice collabo­rator. Maka LPSK siap untuk mem­berikan perlindungan atau treatment sesuai dengan keten­tuan yang ada.

Apakah Angie memenuhi sya­rat sebagai justice collaborator?

Tidak semua orang itu bisa di­sebut sebagai justice collaborator. Kalau mau menjadi justice colla­borator, kan harus meme­nuhi per­syaratan-persyaratan.

Syara-syaratnya sudah diatur di dalam peraturan bersama. Kalau syarat-syaratnya terpenuhi, kami pun siap memberikan perlin­du­ngan kepada yang bersang­kutan.

Bukankah diberikan perlin­dungan kalau ada ancaman?

Ancaman itu bisa bersifat fak­tual, bisa juga bersifat potensial. Tidak harus pernah terjadi. Tetapi kalau dilihat ada potensi-potensi karena sebagai saksi kunci akan mengalami keke­rasan dan hal-hal yang akan me­rugikan dirinya dan keluarganya bisa dilakukan as­sessment risiko ter­hadap dirinya.

Ancaman sebagai tersangka atau saksi?

Kami akan melihat bahwa an­ca­man itu kapasitas Angie seba­gai apa. Kalau dia sebagai saksi terhadap kasus yang lain, mung­kin kami akan melakukan peni­laian. Tapi semuanya tergantung sit­uasi. Kami nggak bisa juga tan­pa sebab, tiba-tiba kami da­tang ke dia. Kan lucu, ngapain pula ka­mi tawarkan diri.

Apakah sudah ada pem­bica­raan secara informal mengenai perlindungan kepada Angie?

Dia kan nggak minta perlin­dungan apalagi sampai sekarang. Ini berarti belum ada ancaman ter­hadp keselamatannya. Kalau jemput bola, nggak ada alasan yang cukup untuk kami mela­kukan jemput bola.

Memangnya boleh LPSK me­lakukan jemput bola?

Tergantung situasi. Kalau me­mang diperlukan, ya bisa saja jemput bola. Meski kami jemput bola, bukan berarti tidak ada per­mohonan dari yang bersang­kutan.

Ketika kami jemput bola, yang bersangkutan tetap harus me­minta perlindungan kepada LPSK. Karena perlindungan itu sifatnya sukarela, bukan pak­saan. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya