Berita

Krakatau Steel Yakin Pemeriksaan KPK Tidak Mengganggu Pembangunan Krakatau Posco

KAMIS, 10 MEI 2012 | 22:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Direksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yakin proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Fawzar Bujang, Direktur Utama PT Krakatau Steel, dalam dugaan korupsi pembangunan Dermaga Trestle di Kubangsari, Kota Cilegon, Banten, tidak akan mengganggu kelancaran pembangunan proyek pabrik baja PT Krakatau Posco yang direncanakan akan selesai pada tahun 2013.

Keyakinan tersebut disampaikan Vice President Corporate Communications PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Wawan Hernawan, dalam keterangan persnya yang diterima redaksi (Kamis, 10/5). Seperti diketahui, kemarin (Rabu, 9/5), Fawzar Bujang diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Aat Syafaat, Wali Kota Cilegon periode 2005-2010.

"Dalam kaitan pembangunan pelabuhan Kubangsari, PT Krakatau Steel sama sekali tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam proses maupun pelaksanaannya," terang Wawan.


Dijelaskan dia, Direksi dan Dewan Komisaris PT Krakatau Steel selalu melakukan pengambilan keputusan secara collective dengan mengutamakan prinsip-prinsip duty of care dan good corporate governance dalam menyelesaikan lahan seluas 66 hektar di Kubangsari hingga statusnya menjadi free and clear. Lahan ini sebelumnya memang dipersengketakan oleh Pemerintah Cilegon dan PT Krakatau Steel.

"Sengketa lahan telah diselesaikan melalui prosedur dan proses hukum yang prudent termasuk keputusan pemegang saham dalam RUPS LB pada 7 November 2011 yang melibatkan diantaranya PT Krakatau Steel, Pemkot Cilegon, Kejaksaan Agung, BPKP, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, BKPM," tulis Wawan.

"Keterlibatan pemerintah pusat adalah terkait dengan kepentingan nasional demi kepastian dan kelancaran pembangunan pabrik baja terpadu PT Krakatau Posco dengan investasi total USD 6 miliar," terang Wawan dibagian tulisan lainnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya