Berita

heru lelono

Stafsus SBY: Media Massa Sebaiknya Tidak Ambil Alih Tugas KNKT

KAMIS, 10 MEI 2012 | 18:41 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pihak Kepresidenan kembali mengutarakan prihatin atas kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Jawa Barat. Tapi menyayangkan di tengah situasi duka dan membutuhkan penanganan cepat ini masih ada pihak yang mencari-cari kesalahan.

"Tragedi kemanusiaan yang memilukan. Sepantasnya kita semua menundukkan kepala sejenak mendoakan para korban musibah ini," kata Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan Public Relation, Heru Lelono, melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis malam (10/5).

Heru mengaku sangat terganggu dan menyesalkan upaya dari segelintir media massa televisi membahas persoalan teknis dan terkesan mencari-cari kesalahan pihak tertentu di balik musibah transportasi nasional itu.


Seharusnya, penyelidikan lebih jauh atas kecelakaan transportasi itu adalah wewenang atau tugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Aturan ini bersifat internasional dan berlaku di negara manapun. Media televisi di negara manapun tidak pernah membuat analisa dan judgment tersendiri atas musibah sebelum lembaga semacam KNKT merilis hasil penyidikannya.

Ditegaskan lagi oleh orang dekat Presiden SBY itu, upaya menyelidiki sebab kecelakaan dari lembaga selain KNKT, apalagi oleh media massa, malah membuat rancu masalah dan merugikan banyak pihak.

"Saya pikir kalau terjadi seperti itu pantas dikategorikan sebagai pelanggaran etik jurnalistik yang bermartabat," tutup Heru. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya