Berita

syarif hasan/ist

Hadiri Rapat Kabinet, Menteri Syarif Hasan Naik Motor Esemka

KAMIS, 10 MEI 2012 | 16:22 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menggunakan sepeda motor Hybrid Esemka hasil modifikasi Siswa Menengah Kejuruan ketika menuju Istana untuk mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (Kamis, 10/5).
 
Menteri Syarif berangkat dari lobi kantor Kementerian Koperasi dan UKM di Jalan, Rasuna Said, Jakarta Selatan pada pk.13.00 WIB, didampingi Deputi Bidang Produksi, Braman Setyo serta tim protokoler dan tim SMK 4 Jakarta Utara sebagai salah satu sekolah yang memodifikasi motor hybrid.

"Motor modifikasi hybrid ini harus dikembangkan penggunaannya oleh masyarakat, karena penggunaannya sangat bermanfaat melakukan penghematan bahan bakar minyak (BBM)," Syarief Hasan kepada wartawan setiba di gerbang masuk Istana.


Dia menempuh perjalanan sekitar 30 menit mengambil rute Jalan Rasuna Said menuju kawasan Menteng, Tugu Tani, Gambir dan selanjutnya menuju kawasan Istana mengikuti Rapat Kabinet. Motor yang dikendarai Menteri Koperasi dan UKM Sempat berhenti di atas jembatan Rasuna Said, karena belum menguasai penggunaan motor hybrid. Namun lancar hingga tiba di depan Istana

"Ingat, modifikasi motor ini dilakukan oleh anggota koperasi, oleh karena itu masih perlu disempurnakan teknologinya agar bisa digunakan secara masal oleh masyarakat. Pada akhirnya bisa melakukan penghematan BBM," tukas Sjarifuddin Hasan seraya memasuki gerbang kawasan Istana.

Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo yang bertanggungjawab terhadap keterlibatan Siswa SMK Seluruh Indonesia memproduksi motor hybrid, mengatakan ke depan seluruh Siswa SMK akan dilibatkan melakukan modifikasi motor hybrid.

"Koperasi sekolah yang terlibat dalam modifikasi ini baru terdata sekitar 51, sedangkan total koperasi SMK mencapai 7.700 unit di seluruh Indonesia. Ini merupakan hasil terobosan baru di bidang teknologi yang diciptakan siswa SMK," ungkapnya.

Menurut dia, secara bertahap akan dilakukan penyempurnaan teknologi motor hybrid agar bisa lebih optimal kinerjanya. Termasuk kapasitas voltase dari baterai yang digunakan sebagai motor penggerak roda depan. "Disebut inovasi baru, karena memiliki dwi fungsi."

Ketika baterai sudah tidak mampu mendorong beban, bisa digantikan ke posisi semula untuk menghidupkan mesin motor seperti biasanya mengandalkan BBM. Jadi, konsumen tidak perlu repot mengisi ulang baterai ketika suplainya habis.

Penyempurnaan teknologi yang akan dilakukan khususnya penambahan daya melalui kapasitas voltase baterai. Motor yang dipakai Menteri Koperasi dan UKM tergolong besar sehingga bisa mencapai 35-40 km per jam. Kekuatan baterainya 48 volt. Apabila kapasitas voltase dinaikkan hingga 2.000 kecepatan maksimalnya bisa mencapai 50 km per jam.  Modifikasi motor hybrid memindahkan tenaga dorong ke roda depan, dan biayanya sekitar R2,5 juta per unit sudah termasuk baterai utama. Kapasitas volatse terdiri dari tiga level, masing-masing 500, 1.000, dan 2.000. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya