Berita

syarif hasan/ist

Menteri Syarif Hasan: Entrepreneurs Berani Menghadapi Resiko

SENIN, 07 MEI 2012 | 20:36 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Entrepreneurs selalu siap menghadapi perubahan serta mengambil berbagai resiko sesuai dengan karakter ketika menjalankan usahanya. Itu adalah ciri khas seorang entrepreneurs. Apabila tidak berani mengambil reskio dan takut gagal, maka bisa dipastikan dia bukan seorang entrepreneurs sejati.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, usai pertemuan entrepreneurs se-Indonesia yang diadakan di Jakarta, belum lama ini.

"Berbicara tentang dunia entrepreneurs, maka mereka adalah pahlawan ekonomi Indonesia," katanya.


Apa yang disampaikannya, kata Syarief, bukan tanpa sebab. Terbukti selama dua tahun terakhir, jumlah wirausaha Indonesia meningkat drastis untuk mendukung perekonomian nasional. Pada 2010 jumlah wirausaha sekitar 0,18 persen dan naik ke angka 0,24 persen pada tahun 2011. Kemudian pada awal 2012, jumlahnya makin signifikan mencapai angka 1,56 persen. Dan kenaikan ini terjadi, katanya, karena pemerintah mendorong terus pertumbuhan entrepreneurs.

"Dorongan tersebut di antaranya dilaksanakan melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) maupun semangat kaum entrepreneurs yang terus bertambah," katanya.

Menurut Syarief, jumlah entrepreneurs Indonesia dibandingkan dengan jumlah entrepreneurs negara-negara lain, seperti Malaysia maupun Singapura di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memang masih tertinggal. Akan tetapi, dunia internasional sudah mulai diakui sebagai negara yang memiliki pertumbuhan pesat.

Tujuan dari pertumbuhan itu bagi pemerintah, lanjut Syarief, untuk menyerap tenaga kerja. Sebab, kelompok ini kreatif dan inovatif untuk menciptakan lapangan kerja melalui berbagai  bisnis yang mereka ciptakan.

"Semakin tinggi persentase wirausahawan satu negara, maka makin tinggi tingkat kesejahteraan satu Negara," katanya.

Menurut dia, pemerintah juga tidak membiarkan para wirausahawan itu berjuang sendirian. Syarief menjanjikan, apabila ada entrepreneurs baru memulai usaha dan ingin meningkatkan kapasitasnya, akan difasilitasi pembiayaannya.

Kata Syarief, pada awalnya dirinya memperkirakan pertumbuhan entrepreneurs Indonesia mencapai angka 2 persen dari jumlah populasi penduduk, bisa tercapai pada 2014. Tapi, berdasarkan semangat generasi muda memposisikan dirinya menjadi wirausaha, maka target itu diyakininya akan terpcai pada 2013.

"Dengan dukungan dari generasi muda, saya  optimistis dalam 3 hingga 5 tahun mendatang, Indonesia bisa menjadi negara entrepreneurs 10 besar di dunia. Apalagi ada dukungan dari sisi pembiayaan yang sumbernya disesuaikan dengan kapasitas usaha entrepreneurs," demikian Syarief. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya