Berita

syarif hasan/ist

Syarief Hasan Janji kembali Latih Kepala Bank yang Belum Sejalan dengan Pemerintah

SENIN, 07 MEI 2012 | 15:26 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Usaha Koperasi dan UKM terbukti semakin meningkat. Salah satu faktanya, target pencapaian UKM pada tahun 2012 sebesar Rp 20 triliun malah terealisasi hingga Rp 29 triliun.

Demikian disampaika Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, saat menutup acara Pekan Kreatif Nusantara 2012 di Gor Satria Purwekwerto, Jawa Tengah (Sabtu, 4/5).

Syarif mengatakan bahwa untuk ntuk meningkatkan sektor Koperasi dan UKM, tahun ini pemerintah mentargetkan penyerapan kredit usaha rakyat sebesar Rp 30 triliun. Pemerintah pun memberi kemudahan pengajuan KUR hingga Rp 20 juta tanpa dikenakan jaminan. Untuk itu pemerintah mengharapkan pelaku koperasi dan UKM memanfaatkan kemudahan dan subsidi dari pemerintah tersebut.


"Dengan pertumbuhan Koperasi dan UKM di Indonesia, maka akan berdampak pada angka pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan 6,5 persen dan angka pengangguran semakin menurun dari 6,6 persen tahun ini menjadi 6 persen," jelas Syarif.

Syarief optimis angka pertumbuhan ekonomi  Indonesia akan mencapai 6,5 atau 6,7 persen, dengan angka pengangguran ditekan menjadi 5 persen. Dan pada 2025, Indonesia akan menjadi negara berpendapatan 16 ribu dolar AS per kapita pertahun.

Di sisi lain, lanjut Syarif, pemerintah mengakui kebijakan pemerintah tentang suku bunga KUR atau Kredit Usaha Rakyat tidak dijalankan oleh sebagian bank di daerah. Syarif menemukan bank BRI dan BNI di Kebuman tidak sejalan dengan program pemerintah. Kedua bank ini menerapkan satu persen lebih flat per bulan sehingga pertahun bisa menjadi 25 persen dengan kredit maksimal Rp 20 juta rupiah untuk sektor Koperasi dan UKM.

Untuk itu, masih kata Syarief, pemerintah akan kembali melakukan training terhadap kepala bank di daerah agar mendukung program KUR sehingga akan muncul pengusaha-pengusaha baru di Indonesia. Pemerintah juga akan terus melakukan sosialisasi maupun melakukan koordinasi dengan bank-bank penyalur KUR di tingkat pusat. [ysa]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya