Berita

Basrief Arief Harus Berantas Orang-orang "Istimewa" di Kejaksaan

MINGGU, 06 MEI 2012 | 01:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kinerja Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Basrief Arief menunjukan kinerja dan kemajuan yang luar biasa. Meski begitu, kejaksaan tetap dihinggapi rumor adanya orang-orang "istimewa" dengan pengaruh cukup kuat yang bisa mempengaruhi kinerja-kinerja, terutama terkait perpindahan jabatan-jabatan statergis di Kejaksaan.

Dari kondisi inilah, menurut Ketua Biro Hukum dan Perundang-undangan DPP Patai Demokrat, Jemmy Setiawan, penting bagi Kejaksaan Agung untuk bisa mengatasi dan memperbaiki internal mereka.

"Info-info semacam ini jangan disikapi sebagai info yang kontraproduktif. Tapi sebaliknya harus bisa menjadi kritik yang membangun terhadap kinerja agar bisa lebih baik lagi," kata dia saat berbicara dalam diskusi terbatas di Kuningan, Jakarta, Sabtu sore (5/5).


Jemmy mengaku bukan sekali dua kali mendengar nama-nama yang punya kedekatan khusus dengan para petinggi kejaksaan ikut bermain kasus. Jejak mereka membuat suatu kasus tidak ditagani dengan baik. Bahkan mereka bertindak menjadi penghubung yang baik untuk urusan-urusan tertutup di kejaksaan.

Jika hal semacam ini tidak diantisipasi oleh kejaksaan, maka jangan sekali-kali berharap pembenahan institusi hukum, khususnya di kejaksaan, bisa dilakukan.

"Jambin dan Jamwas sebagai pembantu Jaksa Agung harus bisa memasang telingga yang lebih baik, biar hal-hal semacam ini tidak memmunculkan asumsi bahwa orang-orang istimewa tersebut dipelihara dengan sengaja," imbuhnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya