Berita

ist

Demokrat: Kenapa Meributkan Plat Nomor Mobil Anas?

SENIN, 30 APRIL 2012 | 21:28 WIB | LAPORAN:

RMOL. Politisi Partai Demokrat meminta penggunaan plat nomor B 1716 SDC pada dua mobil berbeda milik Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum tidak diributkan. Lagian, sudah jelas bahwa penggunaan plat nomor palsu itu diinisiatifi oleh supir Anas dengan maksud untuk menghindari kejaran orang-orang tidak dikenal.

"Saya heran, kenapa masalah ini justru dibesar-besarkan," kata Politikus Partai Demokrat, Umar Arshal di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Senin, 30/4).

Dikatakan Umar Arshal, bosnya sama sekali tidak pernah menghindar dari proses hukum kasus Wisma Atlet.


"Ketua Umum kami tidak menghindar, orang sering diundang kok," katanya.

Anas pun, menurut Umar, tidak menanggapi permasalahan ini secara berlebihan. Karena menurutnya, masih banyak permasalahan yang lebih penting untuk segera dipikirkan dan dicarikan solusinya.

"Masak Ketua Umum memikirkan masalah seperti itu, masih banyak persoalan bangsa ini yang lebih penting," sautnya.

Plat nomor B 1716 SDC tertera pada dua mobil Anas, satu pada Toyota Vellfire, satu lagi pada Toyota Innova. Plat nomor Toyota Vellfire diketahui saat digunakan Anas saat membuka pendidikan dan latihan Search and Resque (SAR) Nasional Angkatan I Divisi Tanggap Darurat, DPP Partai Demokrat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (12/3) bulan lalu. Sementara, Toyota Innova dengan nomor polisi yang sama  digunakan Anas ke Gedung KPK, Jakarta, Kamis kemarin (26/4).
 
Setelah dicek, Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan bahwa plat nomor polisi B 1716 SDC yang dipakai Anas palsu. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto, menjelaskan nomor polisi sebenarnya untuk Toyota Vellfire warna hitam milik Anas adalah B 69 AUD dengan tahun kendaraan 2010. Mobil itu terdaftar atas nama Wasith Su Ady, warga Cempaka Baru, Jakarta Pusat.

Sementara Kijang Inova milik Anas memiliki plat nomor B 1584 TOM. Mobil itu terdaftar atas nama Irmansyah, warga Jalan Mawar Merah, Malaka Jaya, Jakarta Timur.[dem]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya