Berita

Abraham Samad

Wawancara

WAWANCARA

Abraham Samad: Angie Ditahan Di Rutan KPK Agar Diawasi Secara Ketat

SENIN, 30 APRIL 2012 | 09:56 WIB

RMOL. Ketua KPK Abraham Samad mengaku semua pimpinan KPK sepakat agar penyidik melakukan penahanan terhadap Angelina Sondakh.

“Berkasnya sudah lengkap. Maka kami melakukan penaha­nan. Ini sesuai prosedur di KPK,” kata Abraham Samad  kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Sabtu (28/4).

Seperti diketahui, Angie (pang­­gilan akrab  Angelina Son­dakh) di­tahan selama 20 hari yakni se­jak 27 April hingga 16 Mei 2012.

Angie ditahan setelah diperiksa KPK selama kurang lebih tujuh jam. Bekas Wakil Sekjen Partai Demokrat itu ditahan di Rutan Salemba cabang KPK yang bera­da di ruang basement gedung KPK.

Abraham Samad selanjutnya mengatakan, pihak serba salah. Saat Angie belum ditahan, ada yang menilai kenapa tidak di­tahan. Tapi saat sudah ditahan, ada juga yang bilang kenapa cepat-cepat ditahan.

Berikut kutipan selengkapnya:

      

Siapa yang keberatan Angie ditahan?

Ada yang bilang seperti itu. Sebenarnya masalah kapan dia ditahan, itu bagian dari strategi penyidikan. Misalnya, kalau be­lum ditahan, berarti kami masih membutuhkan informasi. Tapi kalau sudah ditahan, berarti infor­masi yang kami dapatkan sudah cukup.

Selain itu, berkas perkaranya juga sudah lengkap. Maka kami tahan. Saya beri contoh, ada satu perkara di KPK yang tidak terlalu popular, selama dua tahun jadi tersangka baru ditahan. Karena berkasnya lama sekali.

Tetapi banyak yang nggak mem­perhatikan karena orang ini tidak terlalu popular. Ketika ber­kas perkaranya lengkap akhirnya ditahan juga. Begitu juga dengan Angelina Sondakh.

Apa KPK melakukan pena­ha­nan karena ada kritikan agar  segera menahan Angie ?

Kritikan dari publik ini tentu­nya dapat memberi masukan agar kami lebih memaksimalkan pe­nanganan-penanganan perkara. Namun, yang jelas KPK tidak akan melakukan diskriminasi. Masalah penahanan itu masalah strategi dan kelengkapan berkas.

     

Kenapa Angie ditahan di Ru­tan KPK?

Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan strategis.


Pertimbangan apa itu?

Kalau dia ditahan bukan di Ru­tan KPK, ada kemungkinan Angie masih bisa berhubungan dengan pihak-pihak yang ada di luar. Kami susah juga mengon­trolnya. Seperti yang dialami M Na­zaruddin yang pada malam hari di luar jam besuk didatangi sau­daranya.

Kami tidak mau terjadi pada Angie. Sebab,  ini  bisa menyulit­kan proses penyidikan.

 

Anda menjamin di Rutan KPK tidak terjadi hal-hal se­ma­cam itu?

Kami yakin Rutan KPK ini paling aman sehingga orang yang ditempatkan di situ tidak akan mungkin bisa berhubungan de­ngan pihak luar. Pengamanan dan pemantauannya selama 24 jam per hari. Kami awasi secara ketat.


Bagaimana jika ada kerabat Angie yang ingin menjenguk?

Itu bisa, tapi harus sesuai de­ngan ketentuan yang berlaku. Kan ada jam besuk. Kalau di luar jam besuk tentunya tidak boleh. Kami akan pantau orang-orang yang mengunjungi. Apalagi pi­hak lain atau bukan keluarga akan diperiksa dulu.


Apakah keberadaan Rutan  KPK sama dengan rutan lain­nya?

Sama saja. Kalau Rutan KPK akan mudah dikontrol. Jika di tempat lain, kan bisa saja ada ruangan bagus, seperti adanya AC, alat make up bagus, televisi, dan lainnya. Kami ini meng­hin­dari itu dan tidak mungkin Ru­tan KPK bisa terjadi seperti itu.


O ya, bagaimana perkem­ba­ngan kasus ini?

Semua informasi, bukti-bukti masih kami dalami terus. kami tidak behenti begitu saja sehingga informasi dan data yang kami peroleh terus dikaji dan didalami. Hanya saja kami butuh waktu untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.


Kenapa lama sekali?

Saya juga tahu masyarakat ada yang menginginkan prosesnya cepat. Namun harus diketahui bahwa sumber daya manusia (SDM) KPK itu terbatas. SDM kami hanya sekitar 200 orang, sehingga memiliki keterbatasan.


Kenapa lama sekali?

Saya juga tahu masyarakat ada yang menginginkan prosesnya cepat. Namun harus diketahui bahwa sumber daya manusia (SDM) KPK itu terbatas. SDM kami hanya sekitar 200 orang, sehingga memiliki keterbatasan.


Anda menjadikan keterba­ta­san itu sebagai alasan?

Tidak. Saya tegaskan, keterba­tasan-keterbatasan itu tidak akan kami jadikan alasan untuk tidak bisa bekerja secara maksimal. Kami tetap bekerja maksimal meskipun ada keterbatasan. Kami minta masyarakat pun mema­hami keterbatasan SDM KPK ini.


Apa ada tersangka lain da­lam kasus ini?

Kami belum bisa pastikan karena untuk menetapkan seseo­rang menjadi tersangka itu harus memenuhi dua lat bukti. Seka­rang posisi KPK masih terus men­­dalami informasi yang ma­suk. Saat ini belum bisa diputus­kan. Namun saya tegaskan, tidak berhenti sampai pada Angie saja.


Apa yang didalami KPK?

Kami masih terus investigasi pendalaman. Kami tidak bisa men­jadikan seseorang menjadi tersangka sebelum ada alat bukti­nya. Tapi percayalah, KPK akan bekerja secara profesional dan tidak ada diskriminasi.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya