Berita

ilustrasi

Dicari Calon Gubernur yang Peduli Air Bersih di Jakarta

MINGGU, 29 APRIL 2012 | 22:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta bulan Juli mendatang diminta untuk memperjuangkan masalah air bersih di ibukota.

Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) mengecam pemerintahan Fauzi Bowo yang mengkomersilkan air Jakarta. Sehingga air yang sebenarnya merupakan public goods kini menjadi private goods. Hanya orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi saja yang dapat mengkonsumsi air bersih.

Menurut aktifis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Ishlah, air adalah hak asasi manusia. Namun ironisnya air kini menjadi barang mewah seperti halnya bahan bakar minyak.

"Lebih dari 40 persen rumah warga Jakarta tidak memiliki instalasi air bersih. Ini melanggar hak dasar hidup warga" kata Islah dalam diskusi bertema "Demokratisasi Air di Jakarta" yang digelar di kantor YLBHI, Jakarta, Minggu siang (29/4).

Ishlah menyayangkan, tidak ada kandidat yang terlihat peduli pada persoalan ini.

Warga miskin di Jakarta saat ini terpaksa membeli air dengan harga Rp 37 ribu hingga Rp 85 ribu per meter kubik. Hal ini terjadi karena Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya yang seharusnya menjadi representasi negara untuk memenuhi hak atas air dan sanitasi telah terjebak dengan kontrak privatisasi. Hingga akhir 2010 PAM Jaya menanggung kerugian senilai hingga senilai Rp 1,3 triliun.

"Cagub dan cawagub harus mengembalikan fungsi air untuk publik dengan memutus kontrak kerjasama PT PAM Jaya dan mitra swasta. Pemerintahan baru di Jakarta harus menindak tegas rezim yang melakukan korupsi dalam kerjasama antara Pemda dan pihak swasta terkait masalah air ini, " demikian Ishlah. [guh]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya