Berita

kursi kosong dpr/ist

Ditolak Mentah-mentah PPI Jerman, DPR Jadi Kecil Hati?

JUMAT, 27 APRIL 2012 | 11:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi I DPR-RI yang datang ke Jerman.

Penolakan ini disampaikan secara bersama oleh para mahasiswa-mahasiswi yang hadir di acara tatap muka di KBRI Berlin, dengan dihadiri oleh para anggota DPR-RI Komisi I beserta keluarga dan rombongan.

Protes mahasiswa-mahasiswi itu direkam mereka dan diunggah ke YouTube sejak kedatangan para anggota Dewan Bandara Tegel di Berlin, Senin (23/4/2012). Para anggota Komisi I diantaranya adalah Vena Melinda (Fraksi Partai Demokrat) dan Yorris Raweyai (Fraksi Partai Golkar).


Dalam pernyataan penolakannya, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU menuntut tiga hal, yaitu transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.

Kedua, melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa. Dan, permintaan agar wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat telekonferens, atau ketika pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.

Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar Rp 3,1 miliar yang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak DPR.

Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa yang tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU Cabang Istimewa Jerman, sepakat untuk mempertegas protes mereka lewat aksi walk out. Langkah ini diambil karena selama ini dialog dengan para wakil rakyat tidak membuahkan perbaikan apa pun.

Anggota DPR di Komisi III dari Fraksi Gerindra yang juga Ketua Fraksi Gerindra di MPR, Martin Hutabarat, memberikan apresiasi pada para pelajar. Namun dia harap, sikap para mahasiswa itu tidak membuat rekan-rekannya kecil hati.

"DPR tidak perlu berkecil hati, justru harus berbesar hati karena berkesempatan melihat pandangan masyarakat yang berbeda terhadap kinerja DPR. DPR harus lebih berani berdialog dan membuka diri terhadap adik-adik mahasiswa," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 27/4).

Bagaimana cara mengadakan dialog dengan mereka yang di luar negeri itu menurutnya bisa diakali.

"Adakan secara berkala di saat mereka pulang liburan ke Tanah Air. Dengan dialog itu DPR dan mahasiswa bisa saling mengerti tugas dan tanggung jawab masing-masing," jelasnya.

Tapi bagaimanapun juga, dia berharap DPR memanfaatkan tenaga dan pengalaman mereka dalam mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan dari luar negeri untuk keperluan tugas DPR guna mengurangi frekwensi kunjungan studi banding anggota DPR.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya