Berita

aria bima/ist

Aria Bima Laporkan Pemilik Situs Kilikitik.Net

RABU, 25 APRIL 2012 | 16:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Anggota Komisi VI DPR Aria Bima merasa nama baiknya dicemarkan karena dikait-kaitkan dengan video porno.

Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di ruang Fraksi PDI Perjuangan, kompleks DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 25/4).

"Ini berakibat pada penghancuran atau memperburuk persepsi publik terhadap diri saya, partai, keluarga. Berita tersebut mengarah pada penyudutan diri saya yang tentunya dapat berimplikasui pada persoalan hukum," tegasnya.

Karena itu, dia akan menuntut secara hukum pemilik situs yang pertama kali mengunggah video tersebut dan mengaitkan dengan namanya. Situs tersebut adalah Kilikitik.Net.

"Surat saya tujukan kepada Kapolda terkait pencemaran nama baik yang dimulai dari situs Kilikitik.Net. Kemudian setelah menyebarkan, situs Kilikitik.Net itu tidak dapat diakses. Kemudian itu dijadikan berita oleh IRNews.Com," ungkapnya.

"Inisial pemiliknya adalah EGM. Dia punya website www.egm.net. Saya ngga menuduh dia. Tapi siapa yang menggunakan dia," ungkapnya.

EGM adalah Elia G Muskitta yang menjabat sebagai Sekjen Parade Nusantara. Dan Aria Bima tidak mengetahui, kenapa namanya dikaitkan dengan video porno tersebut.  "Saya nggak tahu. Tapi saya ini orang politik. Jadi ya mikir politis. Silakan nanti aparat yang menindaklanjuti," ungkapnya.

Dia kembali menegaskan, yang akan ia tuntut adalah pemilik situs Kilikitik.Net bukan IRNews.com. "Yang saya tuntut itu adalah Kilikitik.net. Kilitikitik aja. IRNews.com itu kan cuma mengambil. Akarnya kan Kilikitik. Yang dituntut ya akarnya," tegasnya.

Aria Bima adalah motor pengusul hak interpelasi atas kebijakan Menteri Dahlan Iskan. Tapi, dia tidak melihat ada kaitan antara hak interpelasi itu dengan isu video porno ini.

"Sementara saya nggak melihat hubungan itu. Tapi kalau dianalisa, itu sangat terkait. Tapi saya tidak mengatakan kalau ini terkait. Tapi ada ini atau tidak, interpelasi tetap berjalanlah," tegasnya.[zul]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya