Berita

siti fadilah supari/ist

Dugaan Kasus Korupsi Siti Fadilah Membuat DKR Solid

MINGGU, 22 APRIL 2012 | 21:44 WIB | LAPORAN:

RMOL. Kasus dugaan korupsi yang menimpa Dewan Pembina Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Siti Fadilah Supari tidak membuat kinerja DKR berkurang sedikitpun.

Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) tetap fokus menjalankan misinya membantu masyarakat miskin dalam bidang pelayanan kesehatan. DKR yang dibantu relawan di seluruh Indonesia kurang lebih 43 ribu orang, tetap memantapkan tugasnya dalam pendampingan kepada masyarakat miskin.

Hal ini ditegaskan Sekjen DKR, Web Warouw ketika dihubungi wartawan, Minggu (22/4).


Justru, adanya kasus dugaan korupsi alat kesehatan yang menimpa mantan Menteri Kesehatan itu makin membuat relawan DKR solid.

"Ancaman teror bom di kantor DKR, tidak membuat kami goyah. Apa yang kami lakukan benar-benar berjuang untuk rakyat miskin," katanya.

Menurutnya, rakyat miskin selama ini sangat terbantu dengan adanya DKR. Setiap harinya, DKR melayani dan mendampingi masyarakat miskin yang butuh pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit pemerintah.

Minimal DKR melayani 3 pasien miskin setiap harinya di Jakarta. Belum lagi di tiap-tiap daerah. Sebab saat ini, relawan DKR sudah ada  di 33 provinsi di seluruh Indonesia.

"Rakyat semakin cerdas, itu sebabnya DKR juga bentuk RT Siaga sebagai kesiapan rakyat dalam pelayanan kesehatan," katanya.

DKR berpijak pada pemikiran Siti Fadilah Supari yang ingin mengembalikan kekuasaan ada di rakyat. Bukan tunduk pada kekuasaan asing.

Itu sebabnya, sebut Web, langkah Siti Fadilah menutup laboratorium milik Amerika Serikat, Namru-2 adalah agar asing tidak mudah menginjak-injak rakyat Indonesia, khususnya dalam penelitian vaksin yang tidak terbuka dilakukan negeri adidaya itu. Belum lagi kran dokter asing dan peredaran obat dari perusahaan asing yang langsung dibenahi Siti Fadilah Supari.

Menurut Web, pihaknya berharap rakyat miskin tetap dapat prioritas pelayanan kesehatan yang baik. Rumah sakit jangan mengabaikan hak warga miskin. Dan DKR akan terus melakukan pendampingan kepada warga miskin tersebut. [arp]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya