Berita

ilustrasi macet/ist

APBD DKI Besar, Jakarta Tetap di Kepung Banjir dan Macet

KAMIS, 12 APRIL 2012 | 18:32 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Koordinator Fitra (Forum Transparansi Anggaran) Ucok Sky Khadafi mengatakan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah untuk Pemerintah Propinsi DKI Jakarta besar, namun ibukota Jakarta tetap dikepung macet dan banjir. Penyebabnya selain penyerapan anggaran kurang, juga lantaran belanja daerah terbesar masih di birokrasi.
           
“Komposisi belanja daerah yang tertinggi itu masih pegawai, yakni 40 persen. Jadi sektor ini masih mendominasi. Padahal APBD DKI Jakarta itu tiap tahun meningkat. Jadi kelihatan Foke (Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo) tidak serius benahi Jakarta karena lebih banyak belanja untuk akomodasi PNS dan DPRD,” kata Ucok Sky Khadafi dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (12/4).

Dijelaskannya, pada kurun waktu 2009-2011 saja, belanja untuk pengananan bencana banjir saja itu bahkan sampai menembus Rp 1,8 triliun. Meski anggaran naik, tapi banjir tetap melanda Jakarta.            


“Anggaran meningkat tetapi banjir tidak tertanggulangi,” katanya.
        
Begitu juga anggaran untuk Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menanggulang macet yang jumlahnya sampai mencapai Rp 1,7 triliun. Anggaran itu, lanjut Ucok, mulai diperuntukkan untuk pengadaan mobil derek, operasional dewan transportasi Jakarta yang nominalnya mencapai Rp 2,5 M, kemudian anggaran satgas sterilisasi jalanan untuk kepolisian yang mencapai Rp 5 miliar, dan busway Rp 330 miliar, tapi macet masih melanda ibukota.

“Jadi uangnya besar tapi macet masih ada dimana-mana,” katanya.

Nah, Ucok menduga anggaran macet dan banjir yang terjadi di Jakarta diragukan alokasi realisasinya. Hal ini lantaran belanja dan penerimaan pemerintah DKI tidak ada yang mengawasi. Karena itu, dia yakin pemenang pilgub DKI Jakarta nanti adalah orang yang memiliki akses besar terhadap APBD DKI Jakarta.

“Saya yakin siapa yang kuasai APBD DKI akan kuasai DKI selanjutnya,” ujarnya. [arp]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya